Gapeksindo Makassar siap serap proyek APBD Rp500 M
Kamis, 24 April 2014 - 14:31 WIB
Gapeksindo Makassar siap serap proyek APBD Rp500 M
A
A
A
Sindonews.com - Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Makassar menargetkan penyerapan pengerjaan proyek di APBD Sulsel tahun ini sebesar Rp500 miliar, dari total alokasi APBD sebesar Rp5 triliun.
Ketua Gapeksindo Makassar, Andi Nasrun Tahir mengatakan, nilai serapan proyek tersebut optimis bisa diperoleh dengan dimaksimalkannya pembekalan terhadap 260 anggota yang akan mengikuti proyek tender miliki Pemprov Sulsel.
Misalnya, kata dia, memaksimalkan pengetahuan mereka terhadap pengajuan dokumen tender system elektronik melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga tidak lagi ditemukan adanya dokumen yang tidak terbaca.
Selain itu, para anggota Gapeksindo akan dibekali beberapa trik menggaet proyek di Pemerintahan. Khususnya di SKPD yang menjadi sumber proyek seperti di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga hingga Dinas Pendidikan.
"Dari 260 anggota baru sekitar 50 persen yang melek LPSE, makanya di tahun ini ditargetkan mereka sudah maksimal memanfaatkan layanan tersebut. Hal itu didukung dengan dihadirkannya layanan di kantor Gapeksindo bagi anggota yang ingin mengakses LPSE," ujar dia, Kamis (24/4/2014).
Andi menuturkan, selama ini kepercayaan para pengelola proyek terhadap anggota Gapeksindo sudah sangat lumayan. Hal ini ditandai dengan dikerjakannya kembali beberapa proyek mereka tahun ini.
Proyek-proyek yang dimaksudkan, mulai dari proyek pembangunan gedung pemerintah, proyek jalan dan jembatan hingga proyek drainase.
Pengurus Gapeksindo, Rahman Dammar mengungkapkan, peningkatan kualitas dari para kontraktor harus terus ditingkatkan. Apalagi di Makassar tidak hanya satu asosiasi kontruksi yang bersaing dalam merebut proyek APBD dan proyek lainnya.
Namun, jika dilihat dari keterlibatan pengerjaan proyek, kata dia, jam terbang anggota Gapeksindo sudah diakui. Tahun lalu, sekitar 60 persen anggota Gapeksindo mengerjakan proyek di luar Makassar, khususnya di luar Sulsel dengan grade proyek yang mereka kerjakan rata-rata Rp2,5 miliar ke atas.
"Sementara di dalam kota sekitar 40 persen dengan nilai proyek di bawah Rp2,5 miliar. Itu menandakan, jika kualitas kontraktor sudah bisa bersaing di skala nasional," ujarnya.
Ketua Gapeksindo Makassar, Andi Nasrun Tahir mengatakan, nilai serapan proyek tersebut optimis bisa diperoleh dengan dimaksimalkannya pembekalan terhadap 260 anggota yang akan mengikuti proyek tender miliki Pemprov Sulsel.
Misalnya, kata dia, memaksimalkan pengetahuan mereka terhadap pengajuan dokumen tender system elektronik melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga tidak lagi ditemukan adanya dokumen yang tidak terbaca.
Selain itu, para anggota Gapeksindo akan dibekali beberapa trik menggaet proyek di Pemerintahan. Khususnya di SKPD yang menjadi sumber proyek seperti di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga hingga Dinas Pendidikan.
"Dari 260 anggota baru sekitar 50 persen yang melek LPSE, makanya di tahun ini ditargetkan mereka sudah maksimal memanfaatkan layanan tersebut. Hal itu didukung dengan dihadirkannya layanan di kantor Gapeksindo bagi anggota yang ingin mengakses LPSE," ujar dia, Kamis (24/4/2014).
Andi menuturkan, selama ini kepercayaan para pengelola proyek terhadap anggota Gapeksindo sudah sangat lumayan. Hal ini ditandai dengan dikerjakannya kembali beberapa proyek mereka tahun ini.
Proyek-proyek yang dimaksudkan, mulai dari proyek pembangunan gedung pemerintah, proyek jalan dan jembatan hingga proyek drainase.
Pengurus Gapeksindo, Rahman Dammar mengungkapkan, peningkatan kualitas dari para kontraktor harus terus ditingkatkan. Apalagi di Makassar tidak hanya satu asosiasi kontruksi yang bersaing dalam merebut proyek APBD dan proyek lainnya.
Namun, jika dilihat dari keterlibatan pengerjaan proyek, kata dia, jam terbang anggota Gapeksindo sudah diakui. Tahun lalu, sekitar 60 persen anggota Gapeksindo mengerjakan proyek di luar Makassar, khususnya di luar Sulsel dengan grade proyek yang mereka kerjakan rata-rata Rp2,5 miliar ke atas.
"Sementara di dalam kota sekitar 40 persen dengan nilai proyek di bawah Rp2,5 miliar. Itu menandakan, jika kualitas kontraktor sudah bisa bersaing di skala nasional," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :