Pembangunan smelter Freeport rampung 2017

Jum'at, 25 April 2014 - 16:48 WIB
Pembangunan smelter...
Pembangunan smelter Freeport rampung 2017
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan PT Freeport Indonesia akan merampungkan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) pada 2017. Pembangunan smelter ini dilakukan bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dede Suhendra mengatakan bahwa komitmen tersebut telah disampaikan oleh Freeport dalam rapat evaluasi bersama. Adapun peta jalan (roadmap) telah disampaikan kepada pemerintah, Freeport berkomitmen menuntaskan pembangunan smelter pada tiga tahun mendatang.

“Roadmap-nya tadi kami sudah rapatkan bahwa tahun 2017 harus sudah jadi,” kata dia di Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Menurut Dede, dalam rapat evaluasi tersebut Freeport telah memeparkan perkembangan yang telah dicapai dalam menyukseskan program nilai tambah ini. Hanya saja, Freeport masih tersandung soal lokasi dan kapasitas smelter.

Sejumlah lokasi yang menjadi pertimbangan Freeport, antara lain di Papua atau di Surabaya, Jawa Timur. Ketersediaan pasokan listrik dan infrastruktur penunjang menjadi penentu lokasi terbaik smelter.

Sementara untuk kapasitas smelter belum ditentukan lantaran ada dua pilihan kebutuhan konsentrat tembaga, yakni sebesar 1,2 juta ton atau 1,6 juta ton.

“Kami berharap jangan sampai kapasitas terlalu besar, tapi ternyata volumenya tidak memadai,” ujarnya.

Lebih lanjut Dede mengungkapkan, investasi smelter ini mencapai USD2,3 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun. Namun dia menyebut nilai investasi masih bisa berkurang lantaran ada dua pilihan teknologi yang akan digunakan, yakni Autotech dan Mitsubishi.

”Enam bulan setelah ini, semua selesai bisa starting fisiknya (pembangunan dimulai),” katanya.

Di sisi lain, Dede mengusulkan kepada Kementerian BUMN untuk memasukan jajaran direksi agar dapat menentukan kebijakan perusahaan, salah satunya menyangkut dividen.

“Setidaknya ada satu direksi dari kita cukup dengan porsi 10 persen. Tapi kewenangan ada di Kementerian BUMN dan ESDM, saya hanya mengusulkan saja,” kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Hentikan Sementara...
Freeport Hentikan Sementara Operasi Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave Akibat Aliran Lumpur
Freeport Perkuat SDM...
Freeport Perkuat SDM Papua Melalui Institut Pertambangan Nemangkawi
2 Pekerja Tambang PT...
2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
Kontrak Freeport Diminta...
Kontrak Freeport Diminta Lanjut Pasca Berakhir 2041, MIND ID Ketakutan Produksi Turun
Daftar Harta Karun yang...
Daftar Harta Karun yang Dihasilkan Freeport Selain Emas, Nomor 3 Jarang Diketahui tapi Vital
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Tertunda Gara-gara Corona
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
23 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
57 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2023 Tembus 5,03%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved