Rupiah melemah bikin laju pasar obligasi lesu

Minggu, 27 April 2014 - 16:44 WIB
Rupiah melemah bikin...
Rupiah melemah bikin laju pasar obligasi lesu
A A A
Sindonews.com - Masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan memberi imbas pada lelang obligasi pada pekan depan.

Sekretaris Umum Forum Komunikasi Certified Securities Analyst (CSA) Reza Priyambada mengatakan, masih adanya potensi melemahnya rupiah akan membuat laju pasar obligasi variatif cenderung melemah.

"Untuk itu diharapkan tetap mencermati berbagai sentimen, terutama yang terkait dengan pergerakan laju nilai tukar rupiah dan estimasi rilis data-data makroekonomi Indonesia," kata dia, Minggu (27/4/2014).

Kendati demikian, dia berharap, masih adanya lelang obligasi pada pekan depan depan dapat emmberikan sentimen positif pada pasar obligasi. Namun, menurut Reza, harus tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah seiring masih adanya sejumlah sentimen negatif.

"Apalagi waktu efektif perdagangan juga hanya tiga hari, di mana Jumat hari kejepit adanya libur MayDay, sehingga volume transaksi berpotensi berkurang," tutur dia.

Pemerintah pada pekan depan akan melakukan lelang penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah dengan jumlah Rp8 triliun. Sementara pada pekan ini akibat pelemahan rupiah terjadi penurunan penawaran terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) menjadi Rp2,97 triliun dari sebelumnya Rp3,58 triliun.

"Pada lelang pekan ini, jumlah penawaran yang masuk masih lebih banyak dan didominasi obligasi jangka pendek," imbuh dia.

Sementara dari seri sukuk yang ditawarkan pada perdagangan pekan ini, pemerintah menyerap Rp980 miliar. Jumlah itu di bawah penyerapan SBSN sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Perbandingan Obligasi...
Perbandingan Obligasi Syariah vs Konvensional: Prinsip, Imbal Hasil, dan Risikonya
Entitas BRPT Raih Peringkat...
Entitas BRPT Raih Peringkat Investment Grade untuk Green Bond
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Mengintip Kelebihan...
Mengintip Kelebihan Investasi Obligasi Pemerintah di Tengah Ancaman Resesi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Berita Terkini
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
24 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
1 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
1 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
2 jam yang lalu
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
3 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved