Capres didesak segera sampaikan platform ekonomi

Senin, 28 April 2014 - 12:49 WIB
Capres didesak segera...
Capres didesak segera sampaikan platform ekonomi
A A A
Sindonews.com - Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia, Firmanzah mendesak para pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) untuk segera mengkomunikasikan platform ekonomi masing-masing.

Hal tersebut agar rakyat bisa segera mengetahui agenda dan prioritas pembangunan ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Menurutnya, paling tidak terdapat dua hal penting mengapa platform ini sangat penting.

Pertama, sebagai pengikat komitmen politik lima tahun bagi partai pengusung pasangan capres-cawapres. Kedua, platform ekonomi yang berisikan visi, misi serta arah pembangunan nasional pasangan capres-cawapres akan menentukan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) nasional 2015-2019.

Dia menjelaskan, dalam RPJMN itu dimuat strategi pembangunan nasional, kebijakan umum, program kementrian/lembaga dan lintas kementrian/lembaga, kewilayahan dan lintas kewilayahan. Termasuk kerangka ekonomi makro yang meliputi gambaran perekonomian menyeluruh, arah kebijakan fiskal dalam rencana kerja yang memuat rencana regulasi beserta kerangka pendanaan bersifat indikatif.

"RPJMN itu akan diterjemahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahunan yang memuat prioritas, program, anggaran dan kerangka regulasi," kata Firmanzah seperti dikutip dari situs Setkab, Senin (28/4/2014).

Khusus untuk masa peralihan atau tahun pertama pemerintahan presiden baru, sesuai bunyi Pasal 5 UU No 17 tahun 2007, menurut Firmanzah, untuk menjamin kesinambungan pembangunan dan kekosongan rencana pembangunan nasional, wajib dibuat presiden yang sedang memerintah pada tahun terakhir pemerintahannya.

Namun, lanjut dia, presiden terpilih berikutnya tetap memiliki kewenangan cukup luas untuk menyempurnakan RKP dan APBN Perubahan 2015 sesuai UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Karena itu, pentingnya platform pembangunan ekonomi pasangan capres-cawapres bagi perekonomian nasional 2015-2019. Firmanzah menyarankan agar semua perlu memberikan ruang seluas-luasnya akan hal ini.

Dia juga mengingatkan, selain soal figur dan ketokohan masing-masing pasangan, agenda dan prioritas pembangunan ekonomi Indonesia lima tahun ke depan juga perlu mendapatkan perhatian masyarakat.

"Saya meyakini kombinasi antara kedua aspek tersebut, individu berisikan ketokohan, track record, personalitas dan emosional attachment, dan aspek rasional berisikan visi besar membangun Indonesia lima tahun berikutnya akan membuat tidak hanya demokrasi kita lebih berkualitas tetapi juga memastikan perekonomian nasional akan menjadi lebih baik pada masa-masa mendatang," papar Staf Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
10 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved