Laba bersih CIMB Niaga kuartal I Rp1,10 T
Selasa, 29 April 2014 - 15:52 WIB
Laba bersih CIMB Niaga kuartal I Rp1,10 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasi belum diaudit sebesar Rp1,10 triliun pada akhir Maret 2014. Angka ini meningkat 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,05 triliun.
Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp43,71 atau lebih besar dari angka di periode yang sama tahun lalu Rp41,94.
Kenaikan laba bersih didukung peningkatan pendapatan bunga bersih menjadi Rp2,53 triliun dan peningkatan pendapatan non-bunga menjadi Rp855 miliar, yang masing-masing tumbuh 3,9 persen dan 2,2 persen dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, dimana peningkatan pada beban operasional diimbangi dengan penurunan pada pencadangan (provision).
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, perseroan tetap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset sebesar Rp218,36 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp217,46 triliun.
“Tahun 2014 masih akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan di Indonesia, dengan harapan semester II lebih baik dari semester I. Kami akan terus memantau kondisi pasar dengan seksama dan menyesuaikan strategi kami untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Arwin di Jakarta, Selasa (29/4/2014).
Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross CIMB Niaga tercatat sebesar 2,57 persen per 31 Maret 2014, naik dibandingkan posisi pada tahun lalu sebesar 2,41 persen.
Adapun dari sisi impairment ratio, meski jumlahnya naik dari 2,84 persen per 31 Maret 2013 menjadi 3,09 persen per 31 Maret 2014, telah menunjukkan perbaikan sebesar 12 basis poin jika dibanding dengan posisi 31 Desember 2013.
Arwin berujar, mengingat kondisi usaha yang menantang, rasio-rasio keuangan CIMB Niaga menunjukkan hasil beragam. Di saat Return on Equity (ROE) turun menjadi 16,67 persen, rasio Net Interest Margin (NIM) CIMB Niaga naik menjadi 5,22 persen pada akhir Maret 2014 dibandingkan dengan 5,14 persen di akhir Maret 2013.
“CIMB Niaga dapat menjaga permodalan yang kuat, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 16,41 persen, meningkat 31 bps dari posisi 31 Maret 2013,” tandasnya.
Pertumbuhan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp43,71 atau lebih besar dari angka di periode yang sama tahun lalu Rp41,94.
Kenaikan laba bersih didukung peningkatan pendapatan bunga bersih menjadi Rp2,53 triliun dan peningkatan pendapatan non-bunga menjadi Rp855 miliar, yang masing-masing tumbuh 3,9 persen dan 2,2 persen dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, dimana peningkatan pada beban operasional diimbangi dengan penurunan pada pencadangan (provision).
Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid mengatakan, perseroan tetap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset sebesar Rp218,36 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp217,46 triliun.
“Tahun 2014 masih akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan di Indonesia, dengan harapan semester II lebih baik dari semester I. Kami akan terus memantau kondisi pasar dengan seksama dan menyesuaikan strategi kami untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” kata Arwin di Jakarta, Selasa (29/4/2014).
Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross CIMB Niaga tercatat sebesar 2,57 persen per 31 Maret 2014, naik dibandingkan posisi pada tahun lalu sebesar 2,41 persen.
Adapun dari sisi impairment ratio, meski jumlahnya naik dari 2,84 persen per 31 Maret 2013 menjadi 3,09 persen per 31 Maret 2014, telah menunjukkan perbaikan sebesar 12 basis poin jika dibanding dengan posisi 31 Desember 2013.
Arwin berujar, mengingat kondisi usaha yang menantang, rasio-rasio keuangan CIMB Niaga menunjukkan hasil beragam. Di saat Return on Equity (ROE) turun menjadi 16,67 persen, rasio Net Interest Margin (NIM) CIMB Niaga naik menjadi 5,22 persen pada akhir Maret 2014 dibandingkan dengan 5,14 persen di akhir Maret 2013.
“CIMB Niaga dapat menjaga permodalan yang kuat, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 16,41 persen, meningkat 31 bps dari posisi 31 Maret 2013,” tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :