Open access diminta akhiri perseteruan Pertagas-PGN

Rabu, 14 Mei 2014 - 15:26 WIB
Open access diminta...
Open access diminta akhiri perseteruan Pertagas-PGN
A A A
Sindonews.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta pemerintah menerapkan skema pemakaian pipa bersama (open access) untuk mengakhiri perseteruan antara PT Pertagas, anak usaha PT Pertamina (perseroan) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengatakan, persoalan bisnis gas ini jangan dibelokkan ke sana-kemari, sehingga muncul beragam ide tanpa analisis mendalam karena tidak didukung pengetahuan yang baik.

“Inti persoalan bisnis gas saat ini adalah open access, yang justru terkubur oleh permainan isu akuisisi yang diduga untuk kepentingan sesaat,” kata Sofyano di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Dia mengatakan, pemerintah harus tegas dalam menerapkan aturan tentang open access. Harus ada sanksi tegas bagi perusahaan yang menolak menerapkannya. Dia menyayangkan, pihak-pihak yang menyebut open access tidak layak diterapkan karena hanya menguntungkan trader, padahal faktanya belum tentu demikian.

Open access justru dapat menjadikan pasar gas kompetitif. Rusia saja yang merupakan negara sosialis komunis, justru menerapkan open access. Pipa Gazprom dibuka untuk Rosneft,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, bisnis minyak dan gas (migas) internasional harus terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sebagai contoh Petronas, PTT Thailand, Shell, Exxon, serta Total. Pasalnya, minyak dan gas selalu ditemukan bersamaan pada kegiatan eksplorasi di blok migas.

“Semua bisnis migas terintegrasi. Jadi kalau ada yang berpendapat harus dipisahkan hulu dan hilir itu bisa jadi pengetahuan yang bersangkutan tentang bisnis migas masih dangkal,” ujarnya
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved