Obat Generik Non Merek Diproyeksi Dukung Kinerja INAF

Selasa, 20 Mei 2014 - 15:07 WIB
Obat Generik Non Merek...
Obat Generik Non Merek Diproyeksi Dukung Kinerja INAF
A A A
JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) diproyeksi memiliki prospek cerah di masa mendatang didukung pertumbuhan ekspansi ke obat generik non merek yang mendapatkan keuntungan dari pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pada awal tahun ini.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Hasan Barakwan mengatakan, selain dari ekspansi obat generik non merek, pelemahan nilai tukar rupiah dinilai dapat diimbangi oleh penurunan harga bahan baku juga mendorong kinerja perusahaan.

"Sehingga itu memungkinkan untuk memberikan dukungan marjin," kata dia dalam risetnya, Selasa (20/5/2014).

Hal ini sejalan dengan prospek industri farmasi tahun ini, yang diperkirakan makin membaik dibanding 2013. Tahun lalu, dia menilai, bukan tahun yang kuat karena kondisi ekonomi global tidak menentu akibat depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Kendati demikian, industri farmasi mengalami pertumbuhan signifikan, dengan market moving annual total (MAT) kuartal III/2013 meningkat 13,7 persen dan obat generik naik 17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kinerja INAF pada tahun lalu kurang menggembirakan. Pasalnya, meski penjualan naik 16%, namun tidak mencapai target awal karena terbebani depresiasi rupiah dan meningkatnya upah minimum serta harga bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, renovasi pabrik yang dimulai awal tahun lalu dan baru rampung pada akhir semester I/2013 mempengaruhi kinerja perusahaan, sehingga perseroan membukukan rugi Rp54,22 miliar sepanjang tahun lalu.

"Namun, kami berpandangan bahwa INAF dapat mengganti kerugian di tahun ini lantaran berencana meningkatkan fasilitas dan akan menuai keuntungan dari renovasi tahun lalu," ujar dia.

Dia memperkirakan, perseroan bisa membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 7 persen menjadi 1,43 triliun pada tahun ini dibanding tahun lalu senilai Rp1,34 triliun. Tahun ini, INAF diproyeksi bisa mencatat laba bersih Rp26 miliar. Kinerja positif tersebut didukung kapasitas dan rata-rata harga jual yang lebih tinggi.

Sementara harga saham perseroan untuk 12 bulan diprediksi berada dalam kisaran Rp237-310 per lembar. Sore ini, harga saham INAF berada di level Rp180 per lembar atau turun 2 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp182 per lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gaji dan Tunjangan Yeliandriani,...
Gaji dan Tunjangan Yeliandriani, Direktur Utama PT Indofarma
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Kaget PT Indofarma Terjerat Pinjol
Berita Terkini
Kembaran Hijau Gas Alam...
Kembaran Hijau Gas Alam Siap Jadi Pengganti LPG
10 jam yang lalu
SIG Salurkan 292 Hewan...
SIG Salurkan 292 Hewan Kurban bagi Masyarakat di Sekitar Area Operasi
11 jam yang lalu
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
11 jam yang lalu
Ekonom Ingatkan Risiko...
Ekonom Ingatkan Risiko Ekspor Satu Pintu Jadi Monopoli Birokrasi Baru
12 jam yang lalu
Krisis Mata Ulang Lokal...
Krisis Mata Ulang Lokal Dorong Investor Regional Buru Aset Berbasis Dolar AS
13 jam yang lalu
Amdatara dan Badan Geologi...
Amdatara dan Badan Geologi Perkuat Sinergi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Satelit China Dukung Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved