Menperin Tak Bisa Paksa BUMN Gunakan Produk Lokal

Jum'at, 23 Mei 2014 - 16:43 WIB
Menperin Tak Bisa Paksa...
Menperin Tak Bisa Paksa BUMN Gunakan Produk Lokal
A A A
BANDUNG - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengaku tidak bisa memaksa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggunakan produk dalam negeri atas pengadaan barang/jasa.

Saat ini, kata dia, baru instansi pemerintah saja yang konsisten melaksanakan kebijakan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Tapi kalau BUMN tidak mematuhi karena secara hukum, instansi tertinggi mereka itu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Apalagi kalau BUMN yang sudah terbuka (sudah listing di bursa efek)," ujar Menperin di acara Pameran Produksi Indonesia (PPI) di Bandung, Jumat (23/5/2014).

BUMN yang sudah terbuka, kata Hidayat, tentu mengikuti kebijakan yang dikeluarkan dalam RUPS. "Itu yang belum bisa mengatasinya," ucapnya.

Namun, jika Menperin mengetahui ada BUMN yang melakukan lelang, tapi spesifikasi lelangnya tidak bisa diikuti perusahaan dalam negeri, maka dia langsung meminta spesifikasi lelangnya diubah agar bisa diikuti perusahaan dalam negeri.

Hal itu pernah dilakukan Menperin ketika PT Pertamina melakukan lelang pengadaan kapal. "Saya surati Pertamina karena saya Ketua Nasional P3DN. Saya surati dan CC-nya ke Presiden," kata Hidayat.

Menperin mengatakan,, kalau program P3DN ingin berhasil, maka regulasi ini harus diikuti berbagai unsur pemerintah. "Kalau masyarakat paling hanya bisa kita imbau agar menggunakan produk dalam negeri, tapi industri harus perbaiki mutunya," katanya.

Perbaikan kualitas itu harus dilakukan karena masyarakat sebagai konsumen memiliki hak untuk memilih produk yang diinginkan. Karena itu, selain produk dalam negeri kualitasnya bagus, harganya juga harus kompetitif. Tanpa adanya dua faktor tersebut, sulit bagi masyarakat membeli produk dalam negeri.

Menperin menegaskan, pemerintah secara konsisten telah melaksanakan kebijakan program P3DN sebagai salah satu upaya strategis dalam mendukung keberlangsungan dan kemajuan industri dalam negeri.

Pihaknya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh kementerian/lembaga/pemerintah daerah/institusi untuk terus menjalankan kebijakan P3DN dalam mendukung pengembangan industri dan mengoptimalkan pasar dalam negeri.

"Penyelenggaraan pameran produk dalam negeri seperti ini juga dapat menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan dan karya inovasi anak bangsa yang perlu terus dikembangkan," kata Hidayat.

Seperti diketahui, kebijakan P3DN merupakan program nasional sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) No 2/2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ansari Bukhari mengatakan, dalam inpres tersebut mengamanatkan agar kementerian/lembaga/pemerintah daerah/institusi yang melakukan pengadaan barang/jasa yang menggunakan dana APBN/APBD harus mengutamakan produk dalam negeri.

"Khususnya untuk produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah mencapai minimal 25% atau 40% termasuk bobot manfaat perusahaan (BMP), dengan tanpa mengadakan dari produk impor," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
4 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
5 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
6 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved