BI: Jalan-jalan ke Luar Negeri Bebani Neraca Pembayaran

Minggu, 25 Mei 2014 - 13:37 WIB
BI: Jalan-jalan ke Luar...
BI: Jalan-jalan ke Luar Negeri Bebani Neraca Pembayaran
A A A
BANDUNG - Bagi yang hobi pelesiran ke luar negeri atau perjalanan dinas tidak penting, sebaiknya berpikir panjang. Terungkap biaya jalan-jalan ke luar negeri memberatkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Dalam hitungan statistik, perjalanan ke luar negeri akan dicatat dalam NPI sebagai uang keluar alias outflow.

Hal ini diungkapkan Asisten Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia (BI), Bayu Dwi Atmanto dalam kegiatan pelatihan wartawan BI di Holiday Inn Bandung, Jawa Barat. "Jalan-jalan ke luar negeri itu dihitung outflow. Ikut membebani NPI," ucapnya, Minggu (25/5/2014).

Selain itu, lanjut Bayu, masyarakat yang jalan-jalan menggunakan maskapai asing akan menambah beban NPI. "Beda dengan perjalanan ke luar negeri memakai maskapai domestik. Kalau pakai maskapai asing dianggap outflow, karena dianggap bukan penduduk. Tapi, kalau jalan-jalan ke Tokyo pakai maskapai seperti Garuda, itu enggak dihitung outflow," jelasnya.

Berdasarkan informasi, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I (Q1) 2014 surplus sebesar USD2,1 miliar atau sekitar Rp24,38 triliun. Hal ini dipengaruhi defisit transaksi berjalan yang turun dari USD4,3 miliar atau 2,12 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada Q4 2013, menjadi USD4,2 miliar atau 2,06 persen dari PDB pada Q1 2014.

Di sisi lain, penurunan defisit neraca jasa juga mengalami penurunan yang disebabkan berkurangnya pengeluaran jasa transportasi. Hal ini seiring turunnya impor barang, dan pengeluaran jasa travel, mengikuti penurunan jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri pasca-berakhirnya musim haji dan masa liburan akhir tahun.

Sementara surplus transaksi modal dan finansial pada Q1 2014 tercatat USD7,8 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Q4 2013 sebesar USD8,8 miliar. Ini dipengaruhi penempatan simpanan swasta di luar negeri seiring derasnya aliran masuk investasi portofolio.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Rilis Aturan BI-FAST:...
BI Rilis Aturan BI-FAST: Bisa Transaksi Rp250 Juta dengan Tarif Rp2.500
Ada Fitur Proxy Address...
Ada Fitur Proxy Address di BI Fast Punya, Ini Penjelasannya
Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi...
Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi Pembayaran Indonesia
Bank Indonesia Bidik...
Bank Indonesia Bidik 12 Juta Pengguna QRIS di 2021
Darurat Corona, BI Jatim...
Darurat Corona, BI Jatim Pastikan Kelancaran Sistem Pembayaran
Berita Terkini
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
1 menit yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
22 menit yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
55 menit yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
1 jam yang lalu
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
2 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved