Ada Fitur Proxy Address di BI Fast Punya, Ini Penjelasannya

loading...
Ada Fitur Proxy Address di BI Fast Punya, Ini Penjelasannya
Bank Indonesia (BI) menyematkan beragam fitur dan teknologi dalam BI fast payment. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyiapkan teknologi pencegahan cyber fraud saat masyarakat melakukan transaksi digital . Teknologi ini disiapkan dalam BI fast payment.

Deputi Gubernur BI Doni P Joewono mengatakan, terdapat beberapa fitur andalan dalam BI Fast yaitu; penyelesaian transaksi secara real time di level bank dan nasabah, layanan yang siap 24/7, validasi dan notifikasi dilakukan secara real time, penggunaan proxy address sebagai alternatif nomor rekening penerima, fitur keamanan yang andal yaitu fraud detection dan AML/CFT system (Anti-Money Laundering/Combating the Financing of Terrorism). Baca Juga: Bank Indonesia Bingung Banyak Perusahaan di Jatim Emoh Pinjam Kredit

"Dengan proxy address nanti ada alternatif nomor rekening yang unik dan mudah diingat. Cocok untuk individu ataupun korporasi. Jadi tinggal masukkan nomor handphone atau email saja," ujar Doni dalam webinar FEKDI 2021 di Jakarta (6/4/2021).

Dia juga mengatakan tahapan BI-FAST saat ini pada fase pengembangan. Namun targetnya implementasi layanan transfer kredit individual selesai pada akhir tahun 2021 ini.

BI-FAST merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen dan kanal pembayaran yang dapat dilakukan secara real time dan 24/7.



BI terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui pengembangan infrastruktur sistem pembayaran ritel seketika (real time) dan tersedia sepanjang waktu (24/7), BI FAST, serta penyusunan Standar Open Application Programming Interfaces (Open API) Pembayaran bagi para pelaku industri. Baca Juga: Kubu Moeldoko ke Cikeas: AHY Cagub Itu Kehormatan, Pelarian Mayor Levelnya Camat

Kedua inisiatif tersebut merupakan implementasi dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI 2025) dalam menyediakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang cepat serta mewujudkan industri penyelenggara sistem pembayaran yang inovatif, kolaboratif, dengan standar keamanan yang tetap terjaga.

"Pada akhirnya, diharapkan masyarakat dapat menikmati jasa sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal di era digital guna mendukung berbagai aktivitas perekonomiannya," katanya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top