OJK Siap Ciptakan Kondisi Pasar Ideal

Minggu, 25 Mei 2014 - 16:53 WIB
OJK Siap Ciptakan Kondisi...
OJK Siap Ciptakan Kondisi Pasar Ideal
A A A
JAKARTA - Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mengemukakan, pihaknya akan mengupayakan kondisi pasar ideal sehingga perusahaan tertarik menerbitkan obligasi.

Menurutnya, prioritas OJK adalah menyederhanakan proses penawaran umum yang sekarang ini mewajibkan emiten menyampaikan kembali dokumen registrasi setiap kali menerbitkan obligasi.

"OJK juga akan menerapkan skema shelf registration untuk penerbitan efek. Dengan skema tersebut, emiten cukup menyampaikan surat pendaftaran satu kali untuk beberapa kali emisi dalam jangka waktu tertentu," ujarnya di Jakarta, Minggu (25/5/2014).

Sarjito menuturkan OJK telah menetapkan SMO-PMO proyek pasar obligasi pada 2014 hingga 2016, yang melibatkan lembaga lain, seperti Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Direktorat Jenderal Pajak, Badan Kebijakan Fiskal, Badan Regulasi Mandiri atau SRO (self-regulatory organization) dan Penilai Harga Efek Indonesia atau IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency).

Menurutnya, di bawah proyek tersebut akan dijalankan lima program pokok, di antaranya pengembangan platform perdagangan elektronik, harmonisasi peraturan, pengawasan dan kebijakan perpajakan.

"Selain itu, perjanjian Global Master Repo Agreement (GMRA) yang berlaku di seluruh dunia juga akan diterapkan di Indonesia. OJK telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan GMRA Indonesia Annexes, dan ketentuan yang tercakup dalam aneks ini dapat mengakomodasi semua produk efek selain obligasi pemerintah. OJK juga akan menetapkan regulasi mandiri dengan merujuk kepada GMRA Indonesia Annexes," jelasnya.

Sementara itu, Country Head PT CIMB Securities Indonesia, Harry Supoyo mengatakan, bahwa pasar obligasi di Indonesia akan berkembang pesat karena ditunjang kuatnya likuiditas dalam negeri maupun kesinambungan permintaan dari lembaga pendanaan dalam negeri dan regional.

"Tingginya permintaan dari investor membuat kami yakin bahwa perusahaan di Indonesia akan menerbitkan lebih banyak obligasi rupiah tahun ini. Mereka pun bisa menarik masuk dana dari pasar obligasi dengan mata uang setempat di negara-negara ASEAN, dengan dukungan kuat active cross-currency interest rate swap market di kawasan ini," tambahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Peringatan 45 Tahun...
Di Peringatan 45 Tahun Diaktifkan Kembali Pasar Modal Indonesia, OJK Dorong Jaga Stabilitas Pasar Modal
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp179,66 Triliun
Bos OJK: Kondisi Pasar...
Bos OJK: Kondisi Pasar Modal Masih Belum Pulih
OJK Catat Total Dana...
OJK Catat Total Dana Emisi Pasar Modal Capai Rp61 Triliun
Ini Jurus OJK untuk...
Ini Jurus OJK untuk Gairahkan Pasar Modal Indonesia
OJK: Investor Domestik...
OJK: Investor Domestik Topang Penguatan Pasar Saham di Juli
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
51 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved