Pedagang Eceran di Sulut Jual Gula Rafinasi

Jum'at, 30 Mei 2014 - 21:08 WIB
Pedagang Eceran di Sulut...
Pedagang Eceran di Sulut Jual Gula Rafinasi
A A A
MANADO - Keputusan Presiden RI Nomor 57 Tahun 2004 tentang, 'Penetapan Gula sebagai Barang Dalam Pengawasan', sepertinya tak diindahkan oleh sejumlah pedagang eceran (kios, toko) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Pantauan di lapangan, peredaran gula kristal rafinasi (GKR) di jual bebas secara eceran di beberapa toko/kios dan sentra pasar tradisional di Kota Manado, seperti di Jalan Nusantara, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Walanda Maramis, dan Pasar Bersehati. Padahal diketahui GKR ini tidak boleh dijual bebas di pasaran kecuali untuk kebutuhan industri.

Menariknya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Olvie Atteng mengatakan peredaran gula rafinasi kemungkinan terjadi karena kebutuhan gula komsumen rumah tangga sulit terpenuhi oleh gula kristal putih (GKP).

"Kalau kebutuhan Sulut kurang terpaksa rafinasi yang dipakai. Dalam waktu dekat ini juga jelan dan sesudah Ramadhan, Disperindag akan melakukan pasar murah dan termasuk di dalamnya ada gula rafinasi," jelas Atteng di Manado, Jumat (30/5/2014).

Gula rafinasi, kata Atteng, lebih ditujukan untuk Industri Kecil Menengah (IKM), sedangkan GKP untuk konsumsi rumah tangga. "Gula rafinasi, saat pasar murah diperuntukkan untuk pelaku usaha pembuat kue dan lainnya," katanya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulut dikonfirmasi mengatakan, jika GKR menjamur di pasar dan kios/toko di Manado atau Sulut pada umumnya itu pelanggaran keras dan tidak boleh dibiarkan.

"Ini sudah ada aturan, jangan main-main. Jika bebas diperjual belikan, harus diketahui sumbernya dari mana. Apakah penjual itu ada izin, dan mereka ambil dari mana," tutur Rahmat, salah satu staf BPOM Sulut.

Kata dia, jika benar adanya, BPOM akan melakukan peninjauan di lapangan. Pasalnya Ramadhan sebentar lagi. "Untuk sidak, mungkin belum. Sebab perlu koordinasi dulu dengan teman-teman. Namun saat ini kami segera melakukan pantauan dulu," akunya.

Pemerhati Ekonomi Sulut Ellen Pakasi mengaku, beredarnya gula rafinasi di pasaran disebabkan lemahnya kontrol dari pemerintah. Selain itu, masyarakat juga tidak mendapat informasi yang cukup terkait gula rafinasi.

"Gula rafinasi tidak boleh di pasarkan begitu saja. Masyarakat jangan tertipu dengan tampilan. Ini masalah pengawasan dan kemungkinan besar kurang disosialisasikan," ungkap Pakasi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved