Meraih Untung dari Sepatu Kulit Ular Python

Sabtu, 31 Mei 2014 - 19:56 WIB
Meraih Untung dari Sepatu...
Meraih Untung dari Sepatu Kulit Ular Python
A A A
SIAPA yang tak kenal dengan hewan melata ular python. Banyak orang yang takut dengan reftil raksasa ini. Namun, di tangan Taufik Rahman, hewan buas tersebut menjadi komoditas sangat menguntungkan.

Ya, melalui usaha yang diberi nama Shoemaker Parker, dia mengembangkan produksi sepatu dari sejumlah kulit hewan. Produk-produk yang dibuat selain dari bahan standar, kulit sapi dan domba, Lukman juga membuat sepatu dari kulit bayawak, buaya dan ikan. Namun, yang paling unik adalah kulit ular python.

Pria yang memiliki usaha di Jl Sanggar Kencana VI No 14, Sanggar Hurip Estate, Bandung, Jawa Barat ini menuturkan, untuk membuat sepasang sepatu kulit ular python dirinya membutuhkan waktu 3-4 hari. Tak heran, jika harga sepatu ini cukup fantastis, yaitu Rp5,4 juta.

Namun, harga ini sebanding dengan eksklusifitas barang yang dibuatnya. Dipastikan tidak ada yang menyamai. "Untuk membuat sepasang sepatu dibutuhkan dua ular. Kulit ular yang satu untuk bagian (kaki) kiri dan ular yang lain bagian kanan. Jadi, tidak akan sama," ujar Lukman kepada Sindonews saat ditemui dalam pameran Sepatu, Kulit dan Fashion Indonesia (SKF) 2014 di Senayan, Jakarta, Sabtu (31/5/2014).

Produk sepatu yang diberi merek Parker ini memiliki ketebalan 1,2 -1,4 mm sehingga sangat kuat. Selain itu, proses pembuatannya menggunakan tangan sehingga memiliki nilai lebih.

"Peminatnya banyak dari dalam dan luar negeri. Mereka biasanya memesan secara khusus, sehingga lebih eksklusif. Kalau untuk sistem pemesanan tergantung dari pelanggan atau konsumen. Mereka bisa memilih sesuai selera. Bentuk bisa custom karena perajin atau teknisi pembuat sepatu kami tanpa alat mesin," imbuhnya.

Berkat ketekunannya, sejak merintis usaha dari nol pada 2011, Lukman kini memiliki omzet lebih dari Rp200 juta. "Saya memulai usaha dari pesanan-pesanan orang, kini total omzetnya sekitar Rp200juta-an," ucapnya.

Dia berharap kreativitasnya ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Seiring dengan kemajuan teknologi, mereka harus lebih kreatif, inovatif, dan siap bersaing di pasar global.

Menurut Lukman, pada dasarnya semua orang memiliki kesempatan untuk sukses. "Untuk meraih sukses, kuncinya adalah punya kemauan, modal, usaha, doa, gigih dalam menjalankan (pekerjaan) dan jangan putus asa," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
54 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved