Ini Penyebab Ekspor RI April Turun

Senin, 02 Juni 2014 - 19:58 WIB
Ini Penyebab Ekspor...
Ini Penyebab Ekspor RI April Turun
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kegiatan ekspor pada April 2014 mengalami penurunan 5,92% menjadi USD14,29 miliar bila dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara jika dibandingkan April 2013, terjadi penurunan 3,16%.

Ketua BPS Suryamin mengatakan, penurunan ekspor jika dirunut secara per bulan, dipengaruhi oleh kelompok lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 45,02%, dari USD2,03 miliar menjadi USD1,12 miliar. Salah satu komponen dengan penurunan tertinggi adalah komoditas Crude Palm Oil (CPO).

"Harga CPO dalam beberapa waktu terakhir turun cukup signifikan, sehingga komoditas andalan Indonesia setelah mineral ini memberi dampak besar bagi neraca perdagangan. Paling besar itu CPO, turun dari 8,27 juta ton menjadi 7,52 juta ton atau 9,03%. Kemudian harganya juga turun," ungkapnya di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Sementara, yang mengalami penurunan cukup tajam adalah permata dan perhiasan. Terjadi penurunan 23,15% dari USD441,7 juta menjadi USD339,4 juta. Kemudian kendaraan dari USD472,6 juta menjadi USD411,5 (13%), dan bahan bakar mineral dari USD2,06 miliar menjadi USD1,8 miliar (9,78%).

"Di sini untuk kelompok alas kaki ada peningkatan 30%, dari USD277 juta menjadi USD358,7 juta," ujarnya.

Suryamin menuturkan, penurunan ekspor pada April merupakan tren musiman yang juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2008 ada penurunan 9,05%, 2009 sebesar 1,87%, dan 2010 sebesar 7,59%.

Namun, pada 2011 ada sedikit kenaikan sebesar 1,15%. Lalu pada 2012 turun 6,25%, dan 2013 juga turun 1,75%. "Pada bulan-bulan ini ada penurunan ekspor cukup tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kecuali 2011," paparnya.

Dia menjelaskan, akumulasi ekspor Januari-April tercatat USD58,59 miliar. Ekspor non migas adalah USD48,09 miliar, dengan porsi terbesar bahan bakar mineral sebesar USD7,49 miliar serta lemak dan minyak hewan/nabati USD6,41 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
34 menit yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
50 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
1 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
1 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
3 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved