BPR Sukabumi Terjebak Kredit Macet Rp14 M

Selasa, 03 Juni 2014 - 15:42 WIB
BPR Sukabumi Terjebak...
BPR Sukabumi Terjebak Kredit Macet Rp14 M
A A A
SUKABUMI - Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Sukabumi terjebak pada kredit macet hingga sebesar Rp14 miliar. Kondisi ini terjadi akibat lemahnya sistem pemberian pinjaman kredit tanpa agunan atau jaminan.

Dewan Pengawas PD BPR Sukabumi, Wibowo menerangkan hingga memasuki triwulan pertama priode 2014, lembaga perbankannya masih terjebak kredit macet dari ribuan nasabahnya yang berasal dari kalangan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM)maupun PNS.

Hingga awal 2010, tercatat jumlah kredit macet mencapai Rp20 miliar. Wibowo mengakui tingginya jumlah kredit macet tersebut lebih disebabkan sistem pemberian pinjaman kredit yang diberlakukan BPR, relatif cukup longgar.

Di awal pendiriannya, bank dengan jumlah penyertaan modal dari Pemkab Sukabumi sebesar Rp24 miliar itu menerapkan persyaratan pinjaman tanpa agunan atau jaminan.

"Lebih dikarenakan sistem kredit yang diberlakukan sangat lemah dalam hal persyaratannya. Karena itu, tidak sedikit dana pinjaman yang sudah dikucurkan pada masyarakat, tidak kembali sesuai batas waktu yang ditentukan," katanya, Selasa (3/6/2014).

Namun, pihaknya tidak menyebut sebagai kredit macet, melainkan pembayaran kredit yang tersendat. Beban kredit macet tersebut ditimbulkan sejak 2009 melalui berbagai program kucuran pinjaman.

Untuk mengurangi beban kredit macet ini, pada 2010 BPR Sukabumi menerapkan sistem baru untuk pengajuan pinjaman kredit, yakni mewajibkan syarat agunan.

Langkah ini diiringi dengan dilakukannya perombakan pejabat di setiap tingkatan, mulai dari pimpinan pusat sampai pimpinan BPR setingkat kepala cabang.

"Sebagus apapun sistemnya, jika tidak ditunjang dengan sumber daya manusia yang ahli, maka BPR akan terus terjebak kredit macet. Langkah perbaikan ini sudah menunjukan hasil memuaskan," jelasnya.

Hingga triwulan pertama 2014, lanjut Wibowo, besaran kredit macet tersisa Rp14 miliar. Pihaknya menargetkan dua tahun mendatang beban tersebut bisa terselesaikan.

Diakui Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi M Zaenudin, keberhasilan BPR dalam mengembangkan usaha perbankannya sudah dibuktikan dengan laba yang dijadikan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp1,8 miliar pada 2013.

"Untuk tahun ini kami menargetkan BPR bisa menambah PAD sebesar Rp2 miliar," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Gunakan Teknologi, Cara...
Gunakan Teknologi, Cara BPR Hadapi Era New Normal
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
20 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
51 menit yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M untuk Wilayah Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved