Rupiah Terjungkal ke Level Rp11.890/USD
Rabu, 04 Juni 2014 - 16:53 WIB
Rupiah Terjungkal ke Level Rp11.890/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terjungkal seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp11.890 per USD. Posisi tersebut melemah 80 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.810 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.815 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.798 per USD dan terlemah di level Rp11.893 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.875 per USD, dengan kisaran harian Rp11.785-11.890 per USD. Posisi ini terdepresiasi 87 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.788 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.893 per USD. Posisi ini anjlok 102 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.791 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.810 per USD. Posisi ini melemah tipis 4 poin dibanding penutupan Selasa (3/6/2014) di level Rp11.806 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, terjungkalnya rupiah hari ini dipicu melemahnya IHSG dan aksi ambil untung yang masih terjadi, sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.
"Memburuknya data neraca perdagangan, yang menimbulkan ekspektasi pelebaran kembali defisit transaksi berjalan ke depannya turut berdampak pada semakin tertekannya rupiah," kata dia, Rabu (4/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir terkoreksi 9,59 poin atau 0,19% ke level 4.932,56. Pelemahan ini seiring dengan melemahnya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 4,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp932,75 miliar. Tercatat 135 saham naik, 157 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini berakhir pada level Rp11.890 per USD. Posisi tersebut melemah 80 poin dibanding penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.810 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.815 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.798 per USD dan terlemah di level Rp11.893 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.875 per USD, dengan kisaran harian Rp11.785-11.890 per USD. Posisi ini terdepresiasi 87 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.788 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.893 per USD. Posisi ini anjlok 102 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.791 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.810 per USD. Posisi ini melemah tipis 4 poin dibanding penutupan Selasa (3/6/2014) di level Rp11.806 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, terjungkalnya rupiah hari ini dipicu melemahnya IHSG dan aksi ambil untung yang masih terjadi, sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.
"Memburuknya data neraca perdagangan, yang menimbulkan ekspektasi pelebaran kembali defisit transaksi berjalan ke depannya turut berdampak pada semakin tertekannya rupiah," kata dia, Rabu (4/6/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir terkoreksi 9,59 poin atau 0,19% ke level 4.932,56. Pelemahan ini seiring dengan melemahnya mayoritas bursa Asia.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 4,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp932,75 miliar. Tercatat 135 saham naik, 157 saham melemah dan 104 saham stagnan.
(rna)