Pelabuhan Batu Bara Perlu Dipertimbangkan

Kamis, 05 Juni 2014 - 21:12 WIB
Pelabuhan Batu Bara...
Pelabuhan Batu Bara Perlu Dipertimbangkan
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana penetapan 14 titik pelabuhan di Sumatera dan Kalimantan sebagai jalur distribusi utama ekspor batu bara.

Ketua Working Group Kebijakan Pertambangan Perhapi Budi Santoso mengatakan, rencana pemerintah menertibkan pelabuhan untuk transportasi batu bara harus mempertimbangkan berbagai aspek.

Pertama, pemerintah harus melihat apakah pelabuhan yang ada memilki izin atau tidak, kedua apakah ekspor itu sendiri atau umum. "Selain itu yang ketiga harus dikaitkan dengan biaya shipping-nya," kata dia, di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Budi menjelaskan, penertiban pelabuhan ekspor batu bara harus mempertimbangkan ketiga aspek itu terlebih dahulu. Lantaran jika tidak maka akan merugikan perusahaan tambang.

"Tanpa mempertimbangkan biaya yang muncul untuk pengapalan akan merugikan perusahaan tambang itu sendiri," ujarnya.

Sebaiknya, lanjut Budi, penerintah saat ini lebih meningkatkan pengawasan ketimbang buru-buru membuat pelabuhan khusus batu bara. "Mekanisme pengawasan dan pemantauan yang harus lebih ditingkatkan," katanya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sukhyar mengungkapkan, saat ini pemerintah kesulitan mendata pelabuhan yang sudah beroperasi. Hampir seluruh perusahaan tambang batu bara memiliki pelabuhan untuk mengangkut batu bara.

"Kita kesulitan untuk pendataan, terutama bea cukai yang berwenang dalam penarikan royalti batu bara, sehingga banyak batu bara ilegal," ungkap Sukhyar.

Dia mengatakan, atas pertimbangan tersebut pemerintah akan menertibkan pelabuhan jalur distribusi perdagangan batu bara. Pemerintah akan menetapkan 14 pelabuhan yang akan ditunjuk sebagai lokasi untuk ekspor batu bara.

Pelabuhan yang ditunjuk masing-masing tujuh pelabuhan di Kalimantan dan tujuh pelabuhan lainnya di Sumatera. "Setiap ekspor batu bara harus melewati pelabuhan tersebut," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyek Rehab Bangunan...
Proyek Rehab Bangunan RSUD Tanpa Plank Proyek
Inilah 4 Negara Eropa...
Inilah 4 Negara Eropa Pengimpor Batu Bara dari Indonesia
Harga Batu Bara Meroket,...
Harga Batu Bara Meroket, Produsen Diminta Tak Tergoda Ekspor
Harga Batu Bara Sepekan...
Harga Batu Bara Sepekan Anjlok karena Permintaan Masih Lesu
Kursi Mensos Perlu Diisi...
Kursi Mensos Perlu Diisi Kalangan Profesional, Jangan dari Parpol Lagi
Larangan Ekspor Batubara...
Larangan Ekspor Batubara Selama 1 Bulan
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
13 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
50 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved