Realisasi Anggaran Kemenperin 2013 Masih di Bawah Target
Senin, 09 Juni 2014 - 11:55 WIB
Realisasi Anggaran Kemenperin 2013 Masih di Bawah Target
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan, realisasi anggarannya pada 2013 mencapai 83,9%, yaitu Rp 2,797 triliun dari Rp3,334 triliun yang dianggarkan pada 2013.
"Realisasi tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan, yaitu Rp3,167 triliun atau 95% dari pagu anggaran," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di DPR, Jakarta, Senin, (9/6/2014).
Ada beberapa hal, lanjut dia, yang menyebabkan realisasi anggaran Kementerian Perindustrian 2013 tidak mencapai target, seperti ada kegiatan yang tidak dapat terealisasi.
"Kegiatan tersebut meliputi pengadaan converter kit sebesar Rp150 miliar karena keterbatasan jumlah SPBG yang baru dibangun, pengembangan kendaraan angkutan murah pedesaan sebesar Rp25 miliar yang direncanakan untuk dilaksanakan PT INKA tidak dapat direalisasikan, pembangunan pabrik pakan ternak di Manokwari, Papua Barat sebesar Rp20 miliar karena ketidaksiapan lahan yang disediakan pemerintah daerah, dan program restrukturisasi industri gula yang hanya dapat terserap sebesar Rp54 miliar dan hanya 55% dari pagu yang dialokasikan sebesar Rp97 miliar," papar dia.
Kemudian, Hidayat juga menjelaskan bahwa dalam anggaran 2014, realisasi sampai 30 April 2014, mencapai Rp417,5 miliar atau 14,29% dari pagu anggaran sebesar Rp2,92 triliun.
"Realisasi ini lebih baik apabila dibandingkan dengan bulan yang sama 2013 yang terealisasi sebesar 11,4 persen," kata dia.
Mantan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu mengatakan, masih minimnya realisasi anggaran Kemenperin disebabkan oleh masih terblokirnya dana optimalisasi Kemenperin Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp300 miliar. Hidayat pun mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa hal untuk mempercepat serapan anggaran 2014.
"Mempercepat proses lelang, terutama penunjukan langsung dan lelang sederhana, mendorong percepatan kegiatan swakelola, mempercepat proses pembayaran uang muka/penyelesaian pembayaran untuk termin yang sudah jatuh tempo kepada pihak ketiga, dan mendorong percepatan kegiatan utamanya untuk kegiatan-kegiatan dengan alokasi anggaran yang besar," kata dia.
"Realisasi tersebut masih berada di bawah target yang telah ditetapkan, yaitu Rp3,167 triliun atau 95% dari pagu anggaran," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di DPR, Jakarta, Senin, (9/6/2014).
Ada beberapa hal, lanjut dia, yang menyebabkan realisasi anggaran Kementerian Perindustrian 2013 tidak mencapai target, seperti ada kegiatan yang tidak dapat terealisasi.
"Kegiatan tersebut meliputi pengadaan converter kit sebesar Rp150 miliar karena keterbatasan jumlah SPBG yang baru dibangun, pengembangan kendaraan angkutan murah pedesaan sebesar Rp25 miliar yang direncanakan untuk dilaksanakan PT INKA tidak dapat direalisasikan, pembangunan pabrik pakan ternak di Manokwari, Papua Barat sebesar Rp20 miliar karena ketidaksiapan lahan yang disediakan pemerintah daerah, dan program restrukturisasi industri gula yang hanya dapat terserap sebesar Rp54 miliar dan hanya 55% dari pagu yang dialokasikan sebesar Rp97 miliar," papar dia.
Kemudian, Hidayat juga menjelaskan bahwa dalam anggaran 2014, realisasi sampai 30 April 2014, mencapai Rp417,5 miliar atau 14,29% dari pagu anggaran sebesar Rp2,92 triliun.
"Realisasi ini lebih baik apabila dibandingkan dengan bulan yang sama 2013 yang terealisasi sebesar 11,4 persen," kata dia.
Mantan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu mengatakan, masih minimnya realisasi anggaran Kemenperin disebabkan oleh masih terblokirnya dana optimalisasi Kemenperin Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp300 miliar. Hidayat pun mengatakan pihaknya akan melakukan beberapa hal untuk mempercepat serapan anggaran 2014.
"Mempercepat proses lelang, terutama penunjukan langsung dan lelang sederhana, mendorong percepatan kegiatan swakelola, mempercepat proses pembayaran uang muka/penyelesaian pembayaran untuk termin yang sudah jatuh tempo kepada pihak ketiga, dan mendorong percepatan kegiatan utamanya untuk kegiatan-kegiatan dengan alokasi anggaran yang besar," kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :