Merpati Tetap Targetkan Pendapatan Rp11,8 T di 2018
Senin, 09 Juni 2014 - 19:48 WIB
Merpati Tetap Targetkan Pendapatan Rp11,8 T di 2018
A
A
A
JAKARTA - Meski saat ini mengalami kebangkrutan akibat krisis keuangan yang menggelutinya, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih tetap merencanakan pendapatan di 2018 sebesar Rp11,8 triliun yang berasal dari pengoperasian anak perusaahaan yang dibentuk perseroan.
Direktur Utama MNA Asep Ekanugraha menyampaikan, pihaknya akan tetap mempertahankan perseron dengan konsep yang sudah ditentukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kalau plan-nya sampai saat ini dengan restrukturisasi yang ada hanya itu prosesnya. Sesuai dengan komisi VI, di mana ingin mencari jalan keluar untuk mempertahankan Merpati ini," ucap Asep di Ruang Rapat Komisi VI Jakarta, Senin (9/6/2014).
Menurutnya, untuk KSO Medan-Jeddah masih menunggu izin rute dari Kementerian Perhubungan (Kemenehub). Karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi perseroan ini jika ingin mendapati izin dari Kemenhub.
"Sama seperti tadi tentang masalah-masalah KSO, besoklah, Belum dapat karena ada persyaratan untuk penerbangan domestik," kata Asep.
Saat ini, Merpati merencanakan progam hingga lima tahun ke depan dengan utang di restrukturisasi konversi utang, menjadi saham serta menjadwal ulang pembayaran sesuai kemampuan hasil operasi dan membiayai PHK.
Direktur Utama MNA Asep Ekanugraha menyampaikan, pihaknya akan tetap mempertahankan perseron dengan konsep yang sudah ditentukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kalau plan-nya sampai saat ini dengan restrukturisasi yang ada hanya itu prosesnya. Sesuai dengan komisi VI, di mana ingin mencari jalan keluar untuk mempertahankan Merpati ini," ucap Asep di Ruang Rapat Komisi VI Jakarta, Senin (9/6/2014).
Menurutnya, untuk KSO Medan-Jeddah masih menunggu izin rute dari Kementerian Perhubungan (Kemenehub). Karena masih ada persyaratan yang belum terpenuhi perseroan ini jika ingin mendapati izin dari Kemenhub.
"Sama seperti tadi tentang masalah-masalah KSO, besoklah, Belum dapat karena ada persyaratan untuk penerbangan domestik," kata Asep.
Saat ini, Merpati merencanakan progam hingga lima tahun ke depan dengan utang di restrukturisasi konversi utang, menjadi saham serta menjadwal ulang pembayaran sesuai kemampuan hasil operasi dan membiayai PHK.
(izz)
Lihat Juga :