Pemerintah Akan Beri Insentif Industri SKT

Jum'at, 13 Juni 2014 - 10:49 WIB
Pemerintah Akan Beri...
Pemerintah Akan Beri Insentif Industri SKT
A A A
JAKARTA - Menurunnya jumlah industri sigaret kretek tangan (SKT) secara terus menerus akibat penurunan pangsa pasar secara signifikan serta kalah bersaing dengan industri sigaret kretek mesin (SKM) mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengakui bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengurus masalah tersebut karena industri rokok semacam ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga banyak orang yang bergantung pada kelangsungan industri tersebut.

"Pemerintah berkewajiban turun tangan dalam permasalaham ini karena jumlah pekerjanya banyak," ujarnya pada Syukuran Hari Jadi ke-14 Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/6/2014) malam.

Dia mengatakan, jika dilihat dari sisi petani tembakau, kurang lebih telah melibatkan 6,1 juta orang, di mana 50% berada di Jawa Timur dan Madura, 20% di Jawa tengah dan 20% di Nusa Tenggara.

"Saya minggu lalu menemani presiden bertemu dengan para petani tembakau SKT. Memang benar, kalau ada partai politik berkonsentrasi mengurus ini, itu sudah benar karena targetnya besar," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa dalam 5 tahun terakhir memang jumlah pabrik SKT ini turun drastis, di mana pada 5 tahun lalu jumlah sekitar 3.000 pabrik, namun saat ini hanya tersisa sekitar 800 pabrik.

Salah satu penyebabkan, yaitu menurunnya pangsa pasar SKT akibat dari perubahan gaya hidup, di mana rokok jenis SKT dianggap rokok orang tua dan konsumen muda lebih cendrung memilih rokok SKM.

"Karena SKT itu dianggapnya untuk orang tua, yang sudah sepuh. Anak muda jaman sekarang yang merokok mau yang SKM dan makin lama ukuran rokoknya makin kecil. Jadi sekarang lifestyle-nya rokok itu yang ukurannya kecil. Ini yang menjadi masalah," jelasnya.

Selain itu, ada juga masalah besaran cukai yang diperuntukkkan untuk SKT tidak sesuai kemampuan produsen. Dalam hal ini, CT menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian dan pihak terkait untuk mencari jalan keluar seperti pemberian insentif, sehingga industri SKT bisa bertahan.

"Masalah cukai juga tidak berpihak pada produsen. Kita akan koordinasikan agar bagaimana dapat diberikan insentif. Tapi ini (insentif) bukan hanya industri ini saja, tapi juga untuk yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, untuk investor yang mau investasi di luar Jawa dan juga investasi yang jadi pionir," tandas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pakar Paparkan Sains...
Pakar Paparkan Sains dan Teknologi di Balik Tembakau Inovatif Bebas Asap
Siasat Produsen Rokok...
Siasat Produsen Rokok Hadapi Pelemahan Daya Beli
Foom Berupaya Bantu...
Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman
Pelaku IHT Duga Ada...
Pelaku IHT Duga Ada Tekanan Pihak Tertentu Soal Kenaikan Cukai Rokok
Pemerintah Diminta Lindungi...
Pemerintah Diminta Lindungi Industri Rokok Klembak Menyan
Menelisik Fenomena Rokok...
Menelisik Fenomena Rokok Ilegal
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
31 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved