Inalum Utamakan Pembangunan PLTA

Jum'at, 13 Juni 2014 - 15:27 WIB
Inalum Utamakan Pembangunan...
Inalum Utamakan Pembangunan PLTA
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan menggenjot pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Hal ini agar target peningkatan kapasitas produksi aluminiun ingot sebesar 500 ribu ton pada 2019 bisa terealisasi.

Direktur Utama Inalum Winardi mengatakan, untuk pembangunan PLTA dengan kapasitas produksi listrik sebesar 600 MW ini, diperkirakan membutuhkan dana sebesar USD700 juta.

Dia menyatakan, alasan perusahaan untuk mendahulukan pembangunan pembangkit listik ini karena proses pembangunannya paling memakan waktu jika dibandingkan dengan membangun pelabuhan atau smelter yang juga masuk dalam rencana pengembangan perusahaan.

"Yang paling lama pembangunannya itu kan pembangkit listrik, sekitar 36 bulan. Tahun depan paling tidak kita sudah mulai memilih kontraktornya. Itu prioritas utama," ujarnya di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2014).

Semantara, untuk pembangunan pelabuhan dan smelter akan dilakukan setelah pembangunan pembangkit listrik berjalan. "Kalau pelabuhan sebenarnya relatif cepat ya, bisa nanti sambil jalan PLTU-nya. Smelter juga relatif cepat. Itu (smelter) nanti belakangan karena smelter itu paling dua tahun," lanjutnya.

Winardi mengungkapkan pentingnya pasokan listrik bagi Inalum karena produksi aluminium ingot yang dihasilkan akan tergantung dari kuat arus yang digunakan. Saat ini kuat arus yang digunakan untuk produksi mencapai 205 kilo ampere.

"Padahal desainnya dulu kan hanya 175 kilo ampere. Pelan-pelan kita naikkan. Kita kan punya 3 line, 3 jalur, ada gedung 1, gedung 2, gedung 3. Yang gedung 1 kita sudah sampai 205 kilo ampere. Itu bertahap nanti kita naikkan. Kalau bisa sampai 225 kilo ampere, 3 gedung itu semua, kita bisa mencapai 300 ribu ton per tahun (kapasitas produksi)," jelasnya.

Selain itu, dengan pembangunan pembangkit listrik ini, perusahaan tidak perlu terganggu dengan kenaikan tarif listrik yang diputuskan pemerintah.

"Kita kan punya PLTA sendiri, jadi kita memiliki PLTA untuk kebutuhan kita sendiri. Eksesnya itu kita kirim, kita pasok ke PLN," pungkas Winardi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Konsistensi Inalum...
Bukti Konsistensi Inalum Bangun Industri Alumunium Adaptif dan Ramah Lingkungan
Integrasikan CSR dalam...
Integrasikan CSR dalam Strategi Bisnis, Inalum Raih Dua Penghargaan Bergengsi
Inalum Terbitkan Global...
Inalum Terbitkan Global Bond USD2,5 Miliar
Pasar Aluminium Menantang...
Pasar Aluminium Menantang 2 Tahun Terakhir, Inalum Cetak Kinerja Apik di Awal 2022
Setelah Idul Fitri,...
Setelah Idul Fitri, Grup Mind Id Bekerja dengan 'New Normal'
Inalum Dapat Utangan,...
Inalum Dapat Utangan, Dua Mega-Proyek di Sumsel Akan Digarap
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
30 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
2 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
5 Kontroversi Pembangunan...
5 Kontroversi Pembangunan Ibu Kota Baru Mesir di Gurun Pasir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved