IHSG Terkoreksi 10,21 Poin Pekan Ini
Minggu, 15 Juni 2014 - 12:19 WIB
IHSG Terkoreksi 10,21 Poin Pekan Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini mengalami koreksi sebesar 10,52 poin atau 0,21%. Sedangkan pekan sebelumnya, IHSG menguat 43,27 poin atau 0,88%.
Kepala Riset Securities Reza Priyambada mengatakan, semua indeks utama sepanjang pekan ini mayoritas melemah, yang dipimpin indeks ISSI sebesar 0,45%, MBX turun 0,23%, JII terkoreksi 0,17% dan LQ45 turun 0,12%.
"Sementara indeks sektoral cenderung variatif, di mana penguatan hanya terjadi pada indeks aneka industru yang naik 2,23%, diikuti indeks industri dasar dan manufaktur yang naik masing-masing 1,07% dan 0,49%," kata dia dalam risetnya, Minggu (15/6/2014).
Sementara indeks pertambangan anjlok 2,93%, infrastruktur tergerus 1,40%, konsumer minus 0,78% dan lainnya.
Dia menuturkan, IHSG sepanjang pekan ini tidak mampu menguat lantaran terimbas sentimen negatif, terutama dari dalam negeri. Dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terhadap level BI Rate, respon pelaku pasar pasca berlangsungnya debat dan mungkin jelang piala dunia menjadi beberapa faktor dari sekian banyak sentimen yang mewarnai pergerakan IHSG.
"Terlihat pelaku pasar cenderung menahan diri terhadap rilis sentimen-sentimen tersebut," ujar dia.
Sementara sentimen dari luar negeri, salah satunya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia pasca munculnya kekhawatiran peningkatan konflik di Irak.
Sepanjang pekan ini, asing kembali mencatatkan nett buy Rp1,17 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya yang tercatat nett sell Rp-465,15 miliar. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp40,99 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp39,82 triliun.
Kepala Riset Securities Reza Priyambada mengatakan, semua indeks utama sepanjang pekan ini mayoritas melemah, yang dipimpin indeks ISSI sebesar 0,45%, MBX turun 0,23%, JII terkoreksi 0,17% dan LQ45 turun 0,12%.
"Sementara indeks sektoral cenderung variatif, di mana penguatan hanya terjadi pada indeks aneka industru yang naik 2,23%, diikuti indeks industri dasar dan manufaktur yang naik masing-masing 1,07% dan 0,49%," kata dia dalam risetnya, Minggu (15/6/2014).
Sementara indeks pertambangan anjlok 2,93%, infrastruktur tergerus 1,40%, konsumer minus 0,78% dan lainnya.
Dia menuturkan, IHSG sepanjang pekan ini tidak mampu menguat lantaran terimbas sentimen negatif, terutama dari dalam negeri. Dari dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terhadap level BI Rate, respon pelaku pasar pasca berlangsungnya debat dan mungkin jelang piala dunia menjadi beberapa faktor dari sekian banyak sentimen yang mewarnai pergerakan IHSG.
"Terlihat pelaku pasar cenderung menahan diri terhadap rilis sentimen-sentimen tersebut," ujar dia.
Sementara sentimen dari luar negeri, salah satunya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia pasca munculnya kekhawatiran peningkatan konflik di Irak.
Sepanjang pekan ini, asing kembali mencatatkan nett buy Rp1,17 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya yang tercatat nett sell Rp-465,15 miliar. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD), maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp40,99 triliun atau lebih tinggi dari pekan sebelumnya Rp39,82 triliun.
(rna)
Lihat Juga :