Harga Kedelai Tidak Akan Naik Dua Bulan ke Depan

Senin, 16 Juni 2014 - 20:34 WIB
Harga Kedelai Tidak...
Harga Kedelai Tidak Akan Naik Dua Bulan ke Depan
A A A
BANDUNG - Harga kedelai dalam dua bulan ke depan dipastikan tidak akan naik. Pasalnya, Koperasi Perajin Tahu-Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat (Jabar) bersama para importir berkomitmen tidak menaikkan harga kedelai dalam dua bulan ke depan.

Ketua Kopti Jabar Asep Nurdin mengatakan, kenaikan harga kedelai bergantung pada fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Kami bersama importir sudah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga kedelai pada masa Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan dengan pengaruh nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Asep saat dihubungi, Senin (16/6/2014).

Asep mengatakan, dalam komitmennya bahan baku kedelai dibeli dengan harga Rp7.500-Rp7.800/kilogram.

"Importasi kedelai jelang momen Ramadan lebih banyak dibutuhkan sebagai bahan baku bagi para perajin. Untuk itu, pemerintah jangan sampai mengintervensi impor kedelai. Karena berdasarkan informasi dari importir kebutuhan kedelai untuk Jabar akan terpenuhi sepanjang dua bulan ke depan karena ada stok sekitar 300.000 ton," tuturnya.

Kebutuhan bahan baku kedelai sebelum dan saat Ramadan, lanjut Asep, akan naik sekitar 20%-30% dari biasanya yang mencapai 25.000 ton/bulan, yang bisa diproduksi menjadi tahu dan tempe sekitar 40.000 ton/bulan.

Asep menegaskan, jika pemerintah melakukan intervensi sehingga menaikkan harga bahan baku kedelai di atas Rp8.000/kg, pihaknya akan melakukan unjuk rasa.

Sementara, jika pemerintah ingin memutus mata rantai produksi kedelai dari impor, maka diperlukan komitmen untuk menanam kedelai berkualitas.

"Di samping kualitas kedelai lokal yang masih di bawah kualitas kedelai impor, lahan untuk menanam kedelai masih terbatas. Sehingga tidak heran kedelai lokal belum mampu menguasai pasar," kata Asep.

Sementara, menurut Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, pemerintah tidak akan mampu memutus mata rantai impor kedelai.

"Saya rasa impor kedelai sampai saat ini belum bisa dihentikan pemerintah. Namun, target swasembada kedelai masih bisa dipenuhi," ujar Ketua HKTI Jabar Entang Sastraatmadja.

Atas swasembada tersebut, kata Entang, bukan berarti impor benar-benar dihentikan, karena komoditas ini tetap akan bergantung dari luar negeri seperti Amerika Serikat sebagai basis terbesar produksi di dunia.

Menurutnya, impor masih dilakukan, namun jumlahnya bisa saja ditekan. Saat ini menembus 80% impor mungkin bisa diturunkan jumlahnya. Pemerintah harus berani membuat kebijakan agar petani bersemangat dalam menanam kedelai.

"Misalnya dengan diberi insentif serta harga yang menguntungkan. Sebab, selama ini petani enggan menanam kedelai karena kurangnya insentif serta keuntungan yang sangat rendah," papar Entang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
8 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
9 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved