IHSG Diprediksi Masih Sulit Menguat

Selasa, 17 Juni 2014 - 08:25 WIB
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Sulit Menguat
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diprediksi masih akan sulit untuk menguat lantaran sentimen positif di pasar minim.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola bearish separating lines di bawah middle bollinger band (MBB). MACD kembali cenderung turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung kembali menurun menuju area oversold.

IHSG kemarin bergerak di bawah kisaran target support 4.909-4.919 dan tidak mampu kembali ke kisaran target tersebut. IHSG pun gagal mempertahankan pelemahan terbatas sebelumnya dan cenderung meningkatkan aksi jual.

“Sentimen yang ada masih kurang kondusif, sehingga sulit untuk membuat IHSG berbalik arah kecuali jika ada sebagian pelaku pasar yang berani melakukan aksi beli memanfaatkan rendahnya harga saat ini,“ kata dia dalam risetnya, Selasa (17/6/2014).

Dia memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran support 4.857-4.874, sedangkan resisten pada kisaran 4.900-4.932.

Penguatan pada saham-saham lapis kedua pada hari kemarin belum mampu cukup kuat membantu IHSG untuk berbalik menguat, bahkan cenderung melanjutkan pelemahannya. Apalagi laju bursa saham utama Asia cenderung mengalami penurunan tipis dan ditambah dengan kembali melemahnya laju nilai tukar rupiah, sehingga membuat IHSG masih terbelenggu dalam zona merah.

Belum lagi, beredar kabar DPR telah menyetujui pemangkasan anggaran di sejumlah kementerian yang membuat kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi Indoensia nantinya.

“Apakah ada imbas dari debat capres Minggu malam? Mungkin ada tapi tidak terlalu signifikan dan mungkin jika diada-adakan bisa saja dikatakan bahwa pelemahan terjadi karena tidak ada pembahasan mengenai pasar modal, sehingga investor merasa terabaikan. Hanya saja, alasan tersebut terlalu berlebihan,“ ujar Reza.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.929,55 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.880,16 di mid sesi 1 dan berakhir di level 4885,46. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
Ditutup di Zona Hijau,...
Ditutup di Zona Hijau, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Berita Terkini
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
2 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
2 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
3 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
3 jam yang lalu
Lepas dari Pertamina,...
Lepas dari Pertamina, Pelita Air Bakal Gabung di Bawah Garuda Indonesia
4 jam yang lalu
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved