IHSG Reli Naik Jika Didukung Aksi Beli
Rabu, 18 Juni 2014 - 08:25 WIB
IHSG Reli Naik Jika Didukung Aksi Beli
A
A
A
JAKARTA - Aksi beli diharapkan masih akan berlanjut untuk mendukung kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari.
Kepala Securities Reza Priyambada mengatakan, pola bullish harami di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik, namun masih terbatas.
IHSG kemarin bertahan di atas kisaran target support 4.857-4.874 dan sempat berada di kisaran target resisten 4.900-4.932 serta dapat bertahan di kisaran tersebut. Pelaku pasar memanfaatkan rendahnya harga saat ini untuk kembali masuk meski masih terbatas.
“Untuk itu, diharapkan aksi beli masih bertahan untuk menopang bertahan hijaunya IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (18/6/2014).
Reza memprediksi, IHSG hari akan berada dalam rentang support 4.875-4.889, sedangkan resisten berada pada kisaran 4.915-4.926.
IHSG kemarin sempat lama bergerak sideways dan cenderung berkubang di zona merah, akhirnya memperlihatkan penguatan jelang akhir sesi seiring mulai meningkatnya aksi beli pelaku pasar. Variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia dan masih terpuruknya rupiah tidak menghalangi laju IHSG untuk berbalik arah menguat.
“Laju IHSG pun seperti yang kami harapkan sebelumnya. Pelaku pasar berani melakukan aksi beli memanfaatkan rendahnya harga saat ini meski terbatas, terutama pada saham-saham komoditas dengan memanfaatkan masih naiknya harga-harga komoditas,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.909,52 di akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.878,32 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.909,52.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Securities Reza Priyambada mengatakan, pola bullish harami di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik, namun masih terbatas.
IHSG kemarin bertahan di atas kisaran target support 4.857-4.874 dan sempat berada di kisaran target resisten 4.900-4.932 serta dapat bertahan di kisaran tersebut. Pelaku pasar memanfaatkan rendahnya harga saat ini untuk kembali masuk meski masih terbatas.
“Untuk itu, diharapkan aksi beli masih bertahan untuk menopang bertahan hijaunya IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (18/6/2014).
Reza memprediksi, IHSG hari akan berada dalam rentang support 4.875-4.889, sedangkan resisten berada pada kisaran 4.915-4.926.
IHSG kemarin sempat lama bergerak sideways dan cenderung berkubang di zona merah, akhirnya memperlihatkan penguatan jelang akhir sesi seiring mulai meningkatnya aksi beli pelaku pasar. Variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia dan masih terpuruknya rupiah tidak menghalangi laju IHSG untuk berbalik arah menguat.
“Laju IHSG pun seperti yang kami harapkan sebelumnya. Pelaku pasar berani melakukan aksi beli memanfaatkan rendahnya harga saat ini meski terbatas, terutama pada saham-saham komoditas dengan memanfaatkan masih naiknya harga-harga komoditas,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.909,52 di akhir sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.878,32 di awal sesi 2 dan berakhir di level 4.909,52.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :