Indeks S&P 500 Ditutup pada Rekor Baru

Kamis, 19 Juni 2014 - 09:02 WIB
Indeks S&P 500 Ditutup...
Indeks S&P 500 Ditutup pada Rekor Baru
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall street pada perdgangan Rabu waktu setempat ditutup melanjutkan kenaikan. Indeks S&P 500 berakhir pada rekor baru setelah Federal Reserve (the Fed) mengisyaratkan akan menahan suku bunga rendah sementara waktu.

"Ini akan mendorong saham menguat, terutama setelah pengumuman the Fed hari ini. Lingkungan kerja membaik dan inflasi masih di bawah angka normal yang dipertimbangkan the Fed," kata Kepala Strategi Investasi di State Street Global Advisors' Mike Arone seperti dilansir Reuters, Kamis (19/6/2014).

Hasil pertemuan Bank sentral Amerika Serikat memutuskan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini pada kisaran 2,1-2,3% dari proyeksi awal 2,9%. Namun perkiraan Fed untuk pertumbuahn tahun 2015 dan 2016 tetap, dan itu mengungkapkan keyakinan bahwa pemulihan ekonomi berada pada jalurnya.

"Kegiatan ekonomi rebound pada kuartal ini dan akan terus berkembang dengan kecepatan yang moderat. Perekonomian terus menunjukkan kemajuan menuju tujuan kami dan inflasi 2%," kata Gubernur the Fed Janet Yellen.

Seperti yang diharapkan, the Fed kembali mengurangi program stimulus pembelian obligasi bulanan sebesar USD10 miliar menjadi USD35 miliar dari sebelumnya USD45 miliar.

Sentimen ini membuat Wall Street menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup naik 98,13 poin atau 0,58% menjadi 16.906,62; indeks S&P 500 (SPX) naik 14,99 poin atau 0,77% menjadi 1.956,98 dan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 25,60 poin atau 0,59% menjadi 4.362,84.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
29 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
1 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
1 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
3 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
4 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved