Laba Komprehensif 2013 KSEI Turun 8%

Kamis, 19 Juni 2014 - 14:18 WIB
Laba Komprehensif 2013...
Laba Komprehensif 2013 KSEI Turun 8%
A A A
JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan penurunan sekitar 8% pada jumlah laba komprehensif tahun berjalan yakni dari Rp137 miliar di 2012 menjadi Rp126 miliar di 2013.

Namun secara operasional, dari tahun ke tahun KSEI masih mencatatkan kinerja keuangan yang sehat, dengan pertumbuhan rata-rata laba komprehensif sebesar 13% selama 5 tahun terakhir (2009-2013).

“Pertumbuhan positif turut dicatatkan KSEI pada jumlah aset perusahaan yang mencapai sekitar Rp1 triliun dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 22% selama 5 tahun terakhir (2009-2013),” ungkap Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi di Jakarta, Kamis (29/6/2014).

Sementara itu, untuk keseluruhan total investor yang memanfaatan Fasilitas AKSes saat ini baru menembus angka 42.000 dan belum mencapai jumlah yang diharapkan.

Dia menjelaskan, meskipun belum mencapai angka yang diharapkan, pihaknya tengah mengupayakan berbagai pengembangan untuk memberikan kemudahan dan alternatif bagi investor untuk melakukan login, sehingga investor dapat lebih mudah melakukan pemantauan portofolio Efek dan dana melalui Fasilitas AKSes.

Heri menambahkan, alternatif untuk login ke Fasilitas AKSes telah diupayakan melalui kerja sama Co-Branding Fasilitas AKSes dengan ATM Bank Pembayaran.

Pada awal 2014, KSEI melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Bank Permata Tbk, yang direncanakan akan mulai beroperasi akhir Juni ini.

“Kerja sama ini juga menandakan dimulainya sinergi antara pasar modal dengan dunia perbankan,” katanya.

Menurut Heri, sebagai lembaga yang memiliki catatan tentang investor pasar modal Indonesia, KSEI hingga saat ini terus berusaha agar data yang tercatat senantiasa terkini dan terbarukan, khususnya untuk mendukung implementasi Single Investor Identification (SID).

Penerapan modul Static Data Investor (SDI) sejak 27 Desember 2013, menjadi langkah awal dalam proses pengkinian data investor. Dengan modul tersebut, pengkinian data dapat dilakukan oleh Pemegang Rekening KSEI (Perusahaan Efek dan Bank Kustodian) secara langsung apabila terjadi perubahan data nasabah.

Dalam waktu dekat, lanjut Heri, diharapkan data nasabah di SDI dapat terhubung dengan data kependudukan milik Departemen Dalam Negeri yang didasarkan pada data e-KTP.

"Untuk merealisasikan hal tersebut, beberapa waktu lalu Otoritas Jasa Keuangan telah menandatangani Memorandum of Understanding dengan Kementerian Dalam Negeri untuk pemanfaatan database kependudukan Republik Indonesia,” terang dia.

Diungkapnya, sebagai tahap awal, database kependudukan akan dimanfaatkan untuk mengefektifkan proses pengkinian data investor yang telah terdaftar dalam modul SDI.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Platform Digital Permudah...
Platform Digital Permudah Emiten Gelar RUPS Daring
KSEI Mudahkan RUPS Online...
KSEI Mudahkan RUPS Online dengan e-Proxy
KSEI Sediakan Infrastruktur...
KSEI Sediakan Infrastruktur Pengelolaan Dana Tapera
Ngeriiih! Pelajar RI...
Ngeriiih! Pelajar RI Punya Aset Rp14,4 Triliun di Pasar Modal
Ada e-Voucher Gratis...
Ada e-Voucher Gratis untuk Pengunjung Virtual Booth MNC Sekuritas di CMSE 2021, Begini Cara Raihnya!
Dana Perlindungan Investor...
Dana Perlindungan Investor Pasar Modal Semakin Tebal
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
18 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
52 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved