Bank BJB Teken Kerja Sama dengan BPKP

Minggu, 29 Juni 2014 - 16:07 WIB
Bank BJB Teken Kerja...
Bank BJB Teken Kerja Sama dengan BPKP
A A A
BANDUNG - Guna menjadikan perusahaan yang bersih dan terus meningkatkan kinerja serta performa, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (BJBR) bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan (BPKP) Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai Pengembangan, Penerapan dan Penguatan Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Upaya ini dilakukan bank BJB untuk terus berusaha keras guna mewujudkan skema good corporate govermance (GCG). Sebelumnya, perbankan milik BUMD ini juga menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tujuannya sebagai langkah antisipasi terjadinya praktik gratifikasi, sekaligus meningkatkan citra dan kinerja perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung tersebut.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB, Zaenal Aripin, yang menandatangani MoU itu mengatakan, pihaknya menggandeng BPKP sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik terhadap setiap yang dilaksanakan BJB.

"Kami tidak hanya harus memberikan laporan pertanggungjawaban di hadapan para pemegang saham, tetapi juga kepada publik dan seluruh stakeholder. Karena kami merupakan perbankan milik publik," tutur Zaenal selepas penandatanganan MoU akhir pekan lalu.

Zaenal mengatakan, ruang lingkup kerja sama antara Bank BJB dengan BPKP Perwakilan Jawa Barat meliputi bantuan pelaksanaan audit, evaluasi/assesment, dan pemberian pendapat professional lainnya.

"Kemudian bantuan bimbingan teknis/asistensi pengembangan dan penerapan perangkat manajerial. Serta bantuan lainnya berupa bimbingan teknis di bidang pengawasan, evaluasi dan pembangunan struktur pengendalian internal, kajian atau analisa sebagai second opinion," sambung dia.

Saat ini, Bank BJB sudah termasuk bank dengan kategori BUKU 3. Pada akhir 2013 modal inti bank BJB tumbuh 16,8% menjadi Rp5,34 triliun. Seiring peningkatan tersebut, Zaenal berharap, bank BJB dapat meningkatkan pula bisnis proses yang telah dimiliki terutama peningkatan pengelolaan perusahaan secara GCG.

Kepala perwakilan BPKP Jabar, Hamonangan Simarmata, mengingatkan, jangan sampai penandatangan MoU ini hanya terbatas pada penandatanganan tanpa implementasi.

"Selama ini banyak MoU yang ditandatangani oleh pihak satu dan dua, namun adakalanya hanya masuk laci. Harapannya MoU dengan bank BJB ini bisa diimplementasikan," ujarnya.

Kerja sama ini, kata dia, memerlukan komitmen di antara kedua belah pihak. Implementasinya bukan hanya dengan direktur, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, sehingga menghasilkan yang lebih baik di masa mendatang.

Sementara itu, Deputi Kepala Bidang Akuntan Negara BPKP Gatot Darmasto mengatakan, seringkali terjadinya kekeliruan dalam lembaga BUMD terjadi karena lemahnya pengendalian, tidak mematuhi peraturan perundang-undangan, tidak efisien dalam pengoperasiannya, dan pelanggaran administratif.

Kerja sama ini, kata dia, untuk membantu aparat penegak hukum dalam pencegahan terjadinya tindak pindana korupsi dan sejenisnya. Gatot menyebutkan, hasil investigasi yang dilakukan sejak 2005-Mei 2014 menunjukkan, sekitar 184 kasus yang terjadi pada lingkungan BUMD.

"Taksiran nilai kerugian negara Rp85,94 miliar, USD48,5 juta. Kami sudah memberikan semua temuan ini kepada aparat penegak hukum. Karena, kerja sama ini merupakan hal positif. Kami ingin ada evaluasi MoU ini secara periodik," terangnya.

Hal ini, lanjut dia, karena dalam beberapa kasus, penandatanganan MoU hanya untuk kepentingan tertentu. Ini agar tata kelola Bank BJB menjadi semakin baik, sehingga kinerjanya terus meningkat," pungkas Gatot.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan Jalan di...
Pembangunan Jalan di Daerah Diharapkan Tetap Perhatikan Keseimbangan Alam
Raih Kembali Kepercayaan,...
Raih Kembali Kepercayaan, Bank Banten Kelola RKUD Provinsi Banten
Pangandaran Raih Penghargaan...
Pangandaran Raih Penghargaan Pembangunan Daerah se-Jawa Barat
Punya 90 Ribu Mitra,...
Punya 90 Ribu Mitra, Armina Daily Bangun Direct Selling hingga Pelosok Nusantara
Serap Rights Issue Bank...
Serap Rights Issue Bank Banten, Mega Karya Anugrah Siapkan Rp1,8 Triliun
Bank Jatim Jajaki Kerja...
Bank Jatim Jajaki Kerja Sama KUB dengan Bank Banten
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved