BRMS Perpanjang Utang Jatuh Tempo Jadi Q3/2014

Senin, 30 Juni 2014 - 15:40 WIB
BRMS Perpanjang Utang...
BRMS Perpanjang Utang Jatuh Tempo Jadi Q3/2014
A A A
JAKARTA - PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) berhasil memperpanjang waktu jatuh tempo pembayaran utang kepada Credit Suisse AG menjadi kuartal III/2014 dari sebelumnya 19 April 2014. Saat ini, perseroan tengah mencari pendanaan lain untuk bisa melunasi utang tersebut.

"Kita selalu lakukan pendekatan dengan institusi-institusi, untuk refinancing atas pinjaman itu. Supaya bisa dibayar di kuartal III/2014 nanti, kita cari bunga yang sesuai," ujar Investor Relations BRMS Erwin Hidayat usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Mandarin Oriental Hotel Jakarta, Senin (30/6/2014).

"Kuartal III/2014 (utang yang jatuh tempo) di atas USD400 juta. Pilihannya kita extend atau refinance," tandas dia.

Utang tersebut dialokasikan untuk pengembangan proyek BRMS di PT Newmont Nusa Tenggara sebesar USD300 juta, dan proyek tambang PT Dairi Prima Mineral USD100 juta di Sumatera Barat.

Sekadar informasi, anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk ini memiliki utang jangka pendek senilai USD116,56 juta dan fasilitas jangka panjang USD333,03 juta kepada Credit Suisse.

Dalam perjanjian utang yang baru, terdapat dua klausul yang diubah. Pertama, BRMS dan Credit Suisse akan mengubah definisi pokok pinjaman, sehingga nilai pokok pinjaman meliputi bunga yang masih harus dibayar. Strategi kedua adalah dengan kembali meminta perpanjangan utang yang jatuh tempo menjadi kuartal III/2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amman Mineral Kebut...
Amman Mineral Kebut Pembangunan Smelter Agar Rampung di 2024
CITA Optimistis Torehkan...
CITA Optimistis Torehkan Kinerja Stabil di 2024
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Amman Mineral Capai 76%, Target Selesai Akhir Mei 2024
PT. Bakrie & Brothers...
PT. Bakrie & Brothers Tbk Siap Bangun Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang
Amman Lanjutkan Penambangan...
Amman Lanjutkan Penambangan Fase 8 di Batu Hijau, Cadangan Capai 460 Juta Ton
Ini Strategi AMMAN Dukung...
Ini Strategi AMMAN Dukung Posisi Indonesia di Industri Tembaga Dunia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved