Keberhasilan Renegosiasi Gas Tangguh Dinilai Telat

Rabu, 02 Juli 2014 - 11:03 WIB
Keberhasilan Renegosiasi...
Keberhasilan Renegosiasi Gas Tangguh Dinilai Telat
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai, keberhasilan Indonesia merenegosiasi kontrak gas Tangguh ke Provinsi Fujian dengan China National Offshore Oil Coorporation (CNOOC) sebagai keberhasilan yang terlambat.

Pasalnya, hal tersebut seharusnya sudah dilakukan sejak empat tahun lalu atau 2010. Sementara saat ini, kerugian yang didapat Indonesia sudah cukup banyak atas murahnya harga ekspor gas Tangguh ke Fujian, China.

"Ya saya kira memang harus dilakukan (renegosiasi) dan sudah terlambat sebenarnya. Harusnya kan 2010 dan harganya dulu memang sangat murah. Jadi, kalau berhasil saya kira, keberhasilan yang terlambat. Kita sudah rugi cukup banyak itu," ujar dia kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Lebih lanjut dia menuturkan, harga gas Tangguh yang berhasil direnegosiasi masih lebih murah dibanding harga dalam negeri. Oleh sebab itu, negosiasi yang akan datang harus dibuat lebih mahal harganya.

"Kalau yang sekarang ini memang masih belum adil untuk konsumen dalam negeri," tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melalui negosiasi yang cukup alot selama 1,5 tahun, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya berhasil melakukan renegosiasi kontrak gas Tangguh untuk Provinsi Fujian dengan China National Offshore Oil Coorporation (CNOOC).

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, harga gas Tangguh yang diekspor ke Fujian sejak 1 Juli 2014 naik menjadi USD8,65 per MM British Thermal Unit (MMBTU) dari sebelumnya sebesar USD3,3 per MMBTU.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Kontrak BP di Blok Tangguh Selama 20 Tahun
Bak Bumi dan Langit:...
Bak Bumi dan Langit: Blok M Hub Kian Hidup setelah District Blok M Sepi Ditinggal Pedagang
4 Fakta Blok M, Tempat...
4 Fakta Blok M, Tempat Penuh Kenangan Anak Jaksel
SKK Migas Beberkan Perkembangan...
SKK Migas Beberkan Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Jumlah Pasien Positif...
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Cluster Waru Turun, Ini Sebabnya
Kampung Tangguh Peduli...
Kampung Tangguh Peduli Lansia di Tengah Pandemi COVID-19 Sidoarjo
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
38 menit yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
1 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
2 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
2 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Dinilai Penduduknya...
10 Negara Dinilai Penduduknya Punya Kualitas Pendidikan Terbaik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved