Peluang Reli IHSG Dibayangi Aksi Jual
Kamis, 03 Juli 2014 - 08:34 WIB
Peluang Reli IHSG Dibayangi Aksi Jual
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan memperpanjang laju kenaikan didukung sentimen positif dari global. Namun, peluang reli tersebut dibayangi aksi jual investor.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola three white soldier di middle bollinger band (LBB). MACD masih naik cenderung golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.
“Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif cenderung mencoba menguat dengan merespon masih terjaga positifnya sentimen global, namun juga dibarengi dengan adanya beberapa aksi jual di pasar,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (3/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 4.875-4.888 dan resisten 4.915-4.921. Sementara laju IHSG kemarin bertahan tidak mendekati kisaran target support 4.860-4.872 dan melampaui target resisten 4.895-4.907.
Laju IHSG tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, di mana sempat mampir ke zona merah. Namun, mampu kembali mengakhiri lajunya di zona hijau. Meski pelaku pasar kembali mengkhawatirkan pergerakan rupiah yang kembali melemah dan merespon negatif pemberitaan bahwa jika salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menang nantinya akan terjadi aksi jual besar-besaran.
“Namun, sebagian pelaku pasar lainnya masih bersikap rasional dan memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali mengakumulasi. Masih adanya aksi beli asing membuat IHSG mampu kembali bertahan di zona hijaunya,“ tutur dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.908,27 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.879,27 jelang pre-closing dan berakhir di level 4.908,27.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola three white soldier di middle bollinger band (LBB). MACD masih naik cenderung golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bertahan naik.
“Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif cenderung mencoba menguat dengan merespon masih terjaga positifnya sentimen global, namun juga dibarengi dengan adanya beberapa aksi jual di pasar,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (3/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 4.875-4.888 dan resisten 4.915-4.921. Sementara laju IHSG kemarin bertahan tidak mendekati kisaran target support 4.860-4.872 dan melampaui target resisten 4.895-4.907.
Laju IHSG tidak jauh berbeda dibandingkan sehari sebelumnya, di mana sempat mampir ke zona merah. Namun, mampu kembali mengakhiri lajunya di zona hijau. Meski pelaku pasar kembali mengkhawatirkan pergerakan rupiah yang kembali melemah dan merespon negatif pemberitaan bahwa jika salah satu pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) menang nantinya akan terjadi aksi jual besar-besaran.
“Namun, sebagian pelaku pasar lainnya masih bersikap rasional dan memanfaatkan pelemahan yang ada untuk kembali mengakumulasi. Masih adanya aksi beli asing membuat IHSG mampu kembali bertahan di zona hijaunya,“ tutur dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.908,27 di akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 4.879,27 jelang pre-closing dan berakhir di level 4.908,27.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :