Rupiah Ditutup pada Level Rp11.918/USD
Kamis, 03 Juli 2014 - 16:21 WIB
Rupiah Ditutup pada Level Rp11.918/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup terdepresiasi, namun tekanannya mulai berkurang. Pelemahan ini di tengah makin jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.918 per USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding kemarin di level Rp11.913 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.943 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.913 per USD dan terlemah di level Rp11.990 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.918 per USD, dengan kisaran harian Rp11.910-Rp12.000 per USD. Posisi ini melemah poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.913 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.927 per USD. Posisi ini terkoreksi 11 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp11.916 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.963 per USD. Posisi ini merosot 109 poin dibanding posisi pada penutupan Rabu (2/7/2014) di level Rp11.854 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan menjelang akan dirilisnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
Namun tekanan terhadap rupiah berkurang lantaran pemerintah menerbitkan obligasi valuta asing berdenominasi euro senilai i miliar euro. Obligasi tersebut mendapat respon sangat positif dari investor, tercermin dari total penawaran yang masuk mencapai 6,7 miliar euro.
"Penerbitan obligasi menanadakan investor asing masih percaya dengan prospek ekonomi Indonesia ke depan," kata dia, Rabu (3/7/2014).
Sementara IHSG hari ini berhenti di zona merah dan makin jauh meninggalkan level 4.900. IHSG terkoreksi 19,54 poin atau 0,40% ke level 4.888,73.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini pada level Rp11.918 per USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding kemarin di level Rp11.913 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.943 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.913 per USD dan terlemah di level Rp11.990 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.918 per USD, dengan kisaran harian Rp11.910-Rp12.000 per USD. Posisi ini melemah poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.913 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.927 per USD. Posisi ini terkoreksi 11 poin dibanding penutupan hari kemarin di level Rp11.916 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.963 per USD. Posisi ini merosot 109 poin dibanding posisi pada penutupan Rabu (2/7/2014) di level Rp11.854 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan menjelang akan dirilisnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).
Namun tekanan terhadap rupiah berkurang lantaran pemerintah menerbitkan obligasi valuta asing berdenominasi euro senilai i miliar euro. Obligasi tersebut mendapat respon sangat positif dari investor, tercermin dari total penawaran yang masuk mencapai 6,7 miliar euro.
"Penerbitan obligasi menanadakan investor asing masih percaya dengan prospek ekonomi Indonesia ke depan," kata dia, Rabu (3/7/2014).
Sementara IHSG hari ini berhenti di zona merah dan makin jauh meninggalkan level 4.900. IHSG terkoreksi 19,54 poin atau 0,40% ke level 4.888,73.
(rna)