Jika Pelemahan Rupiah Berlanjut, IHSG Makin Tertekan
Jum'at, 04 Juli 2014 - 08:40 WIB
Jika Pelemahan Rupiah Berlanjut, IHSG Makin Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi dipengaruhi investor yang masih wait & see menjelang pemilihan presiden yang akan dilakukan pekan depan. Bahkan, IHSG berpotensi makin tertekan jika pelemahan rupiah terus berlanjut.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, spinning di middle bollinger band (MBB). MACD tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal mencoba bertahan naik.
“Pelaku pasar masih cenderung wait and see terhadap sentimen yang ada dan juga jelang pemilu meski masih berlangsung pekan depan. Apalagi laju rupiah juga kembali melemah, sehingga memperberat laju IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (4/7/2014).
IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.874-4.880 dan resisten 4.905-4.917. Laju IHSG kemarin sempat turun dan berada di kisaran target support 4.875-4.888, namun dapat keluar dari kisaran tersebut. Meski gagal bertahan di zona hijau, namun laju IHSG dapat menahan penurunannya.
Masih melemahnya laju nilai tukar rupiah ditambah sentimen kembali melemahnya laju bursa saham Asia karena merespon negatif variatifnya data-data ekonominya dan wait & see terhadap data-data Amerika Serikat (AS) menghantam laju IHSG, sehingga tidak mampu bertahan di zona positifnya.
“Asing yang berbalik mencatatkan nett sell juga turut menambah derita IHSG. Bahkan sentimen positif dari oversubscribe-nya Euro bond perdana Indonesia sebanyak 6,7 kali juga tidak mampu berimbas positif,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.908,24 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.887,98 jelang preclosing dan berakhir di level 4.888,74.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, spinning di middle bollinger band (MBB). MACD tertahan kenaikannya dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal mencoba bertahan naik.
“Pelaku pasar masih cenderung wait and see terhadap sentimen yang ada dan juga jelang pemilu meski masih berlangsung pekan depan. Apalagi laju rupiah juga kembali melemah, sehingga memperberat laju IHSG,“ kata dia dalam risetnya, Jumat (4/7/2014).
IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support 4.874-4.880 dan resisten 4.905-4.917. Laju IHSG kemarin sempat turun dan berada di kisaran target support 4.875-4.888, namun dapat keluar dari kisaran tersebut. Meski gagal bertahan di zona hijau, namun laju IHSG dapat menahan penurunannya.
Masih melemahnya laju nilai tukar rupiah ditambah sentimen kembali melemahnya laju bursa saham Asia karena merespon negatif variatifnya data-data ekonominya dan wait & see terhadap data-data Amerika Serikat (AS) menghantam laju IHSG, sehingga tidak mampu bertahan di zona positifnya.
“Asing yang berbalik mencatatkan nett sell juga turut menambah derita IHSG. Bahkan sentimen positif dari oversubscribe-nya Euro bond perdana Indonesia sebanyak 6,7 kali juga tidak mampu berimbas positif,“ ujar dia.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.908,24 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 4.887,98 jelang preclosing dan berakhir di level 4.888,74.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :