Kota BBM Bersubsidi 2015 Naik, Anggaran Harus Ditambah

Jum'at, 04 Juli 2014 - 20:28 WIB
Kota BBM Bersubsidi...
Kota BBM Bersubsidi 2015 Naik, Anggaran Harus Ditambah
A A A
JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan, negara harus mencari pendapatan lebih banyak, karena kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) 2015 lebih besar ketimbang tahun ini.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR telah menyepakati kuota BBM dalam kisaran 47-48 juta KL, lebih tinggi dari kuota APBNP tahun ini 46 juta Kl.

Menurut Jero hal tersebut wajar. Pasalnya, pertumbuhan kendaraan terus mengalami peningkatan setiap tahun. "kalau logika bener pasti naik, motor tambah 9 juta, mobil 1,2 juta itu makanya BBM pasti naik. Tidak ada teorinya pasti akan naik kebutuhan BBM-nya," kata Jero, usai melakukan buka puasa bersama di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/7/2014).

Jero mengungkapkan, karena kuota BBM bersubdi 2015 lebih tinggi dari tahun ini, maka anggaran untuk BBM bersubsidi akan lebih besar. Karena itu pemerintah harus mencari pendapatan lebih banyak.

"Pengaruh banyak sekali cari uang lebih banyak. Jadi harus nambah income, nambah anak jadi nambah lagi bebannya, harus giat lagi bekerja," paparnya.

Jero mengungkapkan, untuk mengatisipasi kenaikan konsumsi tersebut, harus ditekan dengan melakukan penghematan dan pengetatan pengawasan distribusi agar tidak terjadi penyelundupan. "Sekarang gimana enggak naik? Perlu cara menghemat, penyelundupan ditangkapi," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
3 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
3 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
5 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
8 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
11 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
11 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved