Lutfi Nilai Newmont Terlalu Terburu-buru Ajukan Arbitrase

Rabu, 09 Juli 2014 - 13:09 WIB
Lutfi Nilai Newmont...
Lutfi Nilai Newmont Terlalu Terburu-buru Ajukan Arbitrase
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyesalkan langkah PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang mengajukan gugatan kepada dewan arbitrase internasional lantaran dilarangan mengekspor mineral mentah yang ada dalam UU Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

Menurutnya, langkah Newmont dipandang terlalu terburu-buru mengambil sikap tersebut. Karena pada dasarnya arbitrase adalah langkah terakhir yang bisa diambil jika tidak ditemukan jalan lain untuk sepakat.

"Karena, arbitrase itu sebenarnya penyelesaian terakhir. Kalau tidak ditemukan jalan lain baru kita ke sana. Saya merasa Newmont masih mempunyai jalan lain yang belum ditempuh dan sudah langsung buru-buru ke arbitrase," ujar dia usai acara buka puasa bersama di Gedung Kemendag Jakarta, Selasa (8/7/2014) malam.

Sebab itu, dia mengaku akan berpartisipasi aktif dan berkoordinasi lintas Kementerian dalam proses ini, dan memastikan hak pemerintah Indonesia terjaga sampai ke arbitrase.

"Jadi saya menyayangkan tapi saya ikuti dengan melekat dan secara struktural saya mengerti kontrak karya dengan Newmont. Saya akan berpartisipasi aktif, ikut rembuk dengan kepala BKPM dan Menteri ESDM untuk pastikan hak pemerintah Indonesia itu terjaga sampai ke arbitrase," tuturnya.

Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan leading sektornya yang dalam hal ini Kementerian ESDM dan BKPM terkait hal ini.

"Seperti waktu lawan Newmont dulu. Dibantu oleh Jaksa Agung sebagai penasehat negara, kemudian dibantu juga oleh Kementerian Kehakiman dan Kementerian Keuangan untuk administrasi keuangan tentunya," pungkas Lutfi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Tambah Kapasitas Konsentrat,...
Tambah Kapasitas Konsentrat, Amman Mineral Anggarkan Rp23 Triliun
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
16 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
4 Efek Samping Mengonsumsi...
4 Efek Samping Mengonsumsi Garam Terlalu Berlebihan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved