AS dan China Bahas Masalah Perdagangan

Kamis, 10 Juli 2014 - 16:15 WIB
AS dan China Bahas Masalah...
AS dan China Bahas Masalah Perdagangan
A A A
WASHINGTON - Dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan China tengah membahas masalah perdagangan serta bisnis dengan berbagai isu-isu sensitif bagi kedua negara.

"China dan Amerika mewakili aliansi ekonomi kemitraan perdagangan terbesar dalam sejarah umat manusia dan akan terus tumbuh," kata Menlu AS John Kerry, dalam pertemuan para pemimpin perusahaan China dan Amerika, seperti dilansir dari Pakistan Today, Kamis (10/7/2014).

Hubungan awal kedua negara sekitar USD2,5 miliar pada 1979, saat hubungan diplomatik resmi dilaksanakan. Kini, perdagangan tahunan dua raksasa itu tumbuh menjadi USD520 miliar.

Investasi asing langsung antara kedua negara juga telah melambung, dan tahun lalu untuk pertama kalinya jumlah investasi yang mengalir dari China melampaui dari Amerika Serikat. "Kami ingin melakukan yang lebih baik," kata diplomat tertinggi AS itu.

Namun, serangkaian perselisihan perdagangan AS-China telah menganggu hubungan mereka. Amerika Serikat telah lama bersikeras bahwa yuan China, atau renminbi, mengalami artificially undervalued. AS mengeluh bahwa yuan yang lemah memberikan China keuntungan perdagangan yang tidak adil.

Kerry juga menyoroti masalah perlindungan kekayaan intelektual serta kekhawatiran atas berbagi teknologi informasi.

"Kita perlu memastikan bahwa kita melindungi hak kekayaan intelektual, memastikan bahwa kita sedang menciptakan transparansi dalam proses pengawasan, memastikan kita meningkatkan bar untuk semua orang dalam hal standar melakukan bisnis," ujar Kerry.

Pada kesempatan itu, para CEO perusahaan, seperti General Electric, Boeing, Fedex, Goldman Sachs dan Silicon Valley Bank berkumpul bersama rekan-rekan mereka dari perusahaan-perusahaan besar China, termasuk China State Construction Engineering Corporation, Wanxiang Group, Dalian Wanda Group dan Shuanghui Group.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Investor China Berharap...
Investor China Berharap Stimulus Baru Rp4.378 Triliun Cair Pekan Ini
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Data Suram Ekonomi China:...
Data Suram Ekonomi China: Ekspor Anjlok 14,5% dan Impor Merosot Tembus 12 Persen
Awas! Ikut Perdagangan...
Awas! Ikut Perdagangan Bebas ASEAN, Indonesia Harus Hati-Hati
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
14 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
15 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
25 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved