Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan
Kamis, 17 Juli 2014 - 08:42 WIB
Didukung Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi melanjutkan kenaikan karena didukung sejumlah sentimen di pasar. Kendati demikian, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah karena aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, shooting star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD berbalik naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik naik.
Laju IHSG kemarin bertahan di atas target resisten 5.035-5.050 seiring dengan masih maraknya aksi beli. Dia menuturkan, meski masih ada sentimen positif yang berpotensi membuat IHSG melanjutkan kenaikannya, namun mulai adanya aksi-aksi profit taking dapat menahan potensi keberlanjutan tersebut.
“Tetap mewaspadai potensi pembalikan arah karena utang gap 4.989-5.008 belum tertutupi sempurna,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (17/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.050-5.085 dan resisten pada rentang 5.125-5.138.
Sementara kenaikan tipis HSI kemarin masih membuat laju IHSG dapat melanjutkan kenaikannya. Pelaku pasar pun masih memanfaatkan positifnya rilis data-data pertumbuhan China untuk kembali mengakumulasi saham-saham, terutama saham-saham big caps. Di sisi lain, masih positifnya laju pasar obligasi dan kembalinya asing melanjutkan nett buy memberikan sentimen positif pada IHSG.
Tidak hanya itu, munculnya ekspektasi akan hasil pilpres minggu depan dapat diterima semua pihak, sehingga berlangsung dengan aman turut memberikan imbas positif. Tetapi, kenaikan tersebut masih dibayang-bayangi potensi pembalikan arah karena mulai adanya aksi-aksi profit taking, meski terbatas.
Variatifnya laju bursa saham Asia dengan cenderung melemah dan masih longsornya rupiah memicu aksi profit taking tersebut. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.132,73 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.076,27 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.113,93.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, shooting star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD berbalik naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik naik.
Laju IHSG kemarin bertahan di atas target resisten 5.035-5.050 seiring dengan masih maraknya aksi beli. Dia menuturkan, meski masih ada sentimen positif yang berpotensi membuat IHSG melanjutkan kenaikannya, namun mulai adanya aksi-aksi profit taking dapat menahan potensi keberlanjutan tersebut.
“Tetap mewaspadai potensi pembalikan arah karena utang gap 4.989-5.008 belum tertutupi sempurna,“ kata dia dalam risetnya, Kamis (17/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.050-5.085 dan resisten pada rentang 5.125-5.138.
Sementara kenaikan tipis HSI kemarin masih membuat laju IHSG dapat melanjutkan kenaikannya. Pelaku pasar pun masih memanfaatkan positifnya rilis data-data pertumbuhan China untuk kembali mengakumulasi saham-saham, terutama saham-saham big caps. Di sisi lain, masih positifnya laju pasar obligasi dan kembalinya asing melanjutkan nett buy memberikan sentimen positif pada IHSG.
Tidak hanya itu, munculnya ekspektasi akan hasil pilpres minggu depan dapat diterima semua pihak, sehingga berlangsung dengan aman turut memberikan imbas positif. Tetapi, kenaikan tersebut masih dibayang-bayangi potensi pembalikan arah karena mulai adanya aksi-aksi profit taking, meski terbatas.
Variatifnya laju bursa saham Asia dengan cenderung melemah dan masih longsornya rupiah memicu aksi profit taking tersebut. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.132,73 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.076,27 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.113,93.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :