IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.025-5.090
Jum'at, 18 Juli 2014 - 08:48 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.025-5.090
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini diprediksi cenderung bergerak dua arah (sideways) karena aksi tunggu yang dilakukan investor.
“Tampaknya investor memilih menanti hasil pemilihan presiden (pilpres) serta pengumuman laporan keuangan semester I/2014,“ kata dia, Jumat (17/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada support di level 5.025 dan resistance pada level 5.090. Sementara IHSG kemarin ditutup minus 42,73 poin atau 0,84% ke level 5.071,20.
Kemarin, IHSG bergerak melemah diterjang oleh aksi ambil untung investor memanfaatkan koreksi yang terjadi pada bursa regional. Terlihat aksi jual terjadi pada saham-saham yang menjadi pendorong naiknya indeks beberapa hari sebelumnya.
Beberapa data makro dari Amerika Serikat (AS) yang cukup bagus, seperti consumer spending dan factory output gagal mengangkat bursa regional, yang justru melemah dipengaruhi oleh rencana sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Rusia oleh Amerika Serikat dan Eropa. Sanksi ini merupakan akibat penolakan Rusia untuk mendukung penghentian aksi pemberontakan di Ukraina.
“Tampaknya investor memilih menanti hasil pemilihan presiden (pilpres) serta pengumuman laporan keuangan semester I/2014,“ kata dia, Jumat (17/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan bergerak pada support di level 5.025 dan resistance pada level 5.090. Sementara IHSG kemarin ditutup minus 42,73 poin atau 0,84% ke level 5.071,20.
Kemarin, IHSG bergerak melemah diterjang oleh aksi ambil untung investor memanfaatkan koreksi yang terjadi pada bursa regional. Terlihat aksi jual terjadi pada saham-saham yang menjadi pendorong naiknya indeks beberapa hari sebelumnya.
Beberapa data makro dari Amerika Serikat (AS) yang cukup bagus, seperti consumer spending dan factory output gagal mengangkat bursa regional, yang justru melemah dipengaruhi oleh rencana sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Rusia oleh Amerika Serikat dan Eropa. Sanksi ini merupakan akibat penolakan Rusia untuk mendukung penghentian aksi pemberontakan di Ukraina.
(rna)
Lihat Juga :