Freeport Masih Belum Boleh Ekspor

Jum'at, 25 Juli 2014 - 16:13 WIB
Freeport Masih Belum...
Freeport Masih Belum Boleh Ekspor
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama PT Freeport Indonesia akhirnya menandatangani kesepakatan (Memorandum Of Understanding/MoU) seluruh renegosiasi dalam kontrak karya (KK) pertambangan.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) menerangkan, setelah MoU renegosiasi disetujui kemudian akan diikuti penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang meminta Freeport untuk membangun pabrik pemurnian (smelter) dan memberikan uang jaminan. Setelah itu akan dikeluarkan bea keluar (BK) nya.

"Kan sudah disampaikan sebelumnya, BK itu akan dibagi dua. BK yang sesuai dengan mereka yang masih mengimpor yang mentah, BK yang sudah eligible. Eligible artinya mereka masuk dalam kategori proses untuk memproduk hasil olahan dengan cara komitmen membangun smelter," terang dia, Jumat (25/7/2014).

Meski MoU Freeport ditandatangani hari ini, namun perusahaan tambang kelas kakap ini tak lantas diberikan izin untuk mengekspor. Sebab dia harus terlebih dulu mematuhi PMK tersebut baru rekomendasi izin ekspornya akan dikeluarkan.

"Jadi ada sequence, pertama penandatangan MoU, kedua PMK dikeluarkan. Setelah itu Freeport harus mematuhi kesepakatan di MoU. Membayar uang jaminan, melakukan processing segala macam sesuai MoU. Maka Kementerian ESDM akan melakukan rekomendasi izin ekspor pada Kemendag, lalu Kemendag akan mengeluarkan izin ekspor. Jadi itu sequencenya," terang CT.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan PMK Freeport tersebut akan dikeluarkan. Karena terbentur libur Lebaran. "Kita kan problemnya kena libur Lebaran, artinya kalau hari kerja itu itungan harian satu dua hari, hari kerja. Nah tetapi karena ada libur tergantung," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
31 menit yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
2 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
2 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved