Ini Komentar Menkeu Soal Pembatasan Solar Subsidi

Senin, 04 Agustus 2014 - 13:26 WIB
Ini Komentar Menkeu...
Ini Komentar Menkeu Soal Pembatasan Solar Subsidi
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini agar kuota BBM bersubsidi sebesar 46 Juta Kiloliter (kl) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 tidak jebol.

Dalam surat edarannya, BPH Migas mengatakan bahwa bahan bakar solar bersubisidi mulai 1 Agustus 2014 kemarin dilarang diperjualbelikan di daerah Jakarta Pusat. Selain itu, mulai 6 Agustus 2014 mendatang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di rest area jalur tol dilarang menjual BBM jenis premium.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, bahwa hal ini menjadi cara yang memang dapat dilakukan oleh pemerintahan saat ini. Sebab, yang terpenting saat ini adalah agar kuota 46 juta kl untuk BBM bersubsidi tidak jebol.

"Habis mau apa lagi (cegah kuota tidak jebol). Bukan masalah soal efektif (pembatasan BBM bersubsidi), tapi yang penting sampai dengan akhir tahun harus 46 juta kl, enggak boleh lebih. Saya waktu di DPR saya bilang, ini nanti lebih loh. Kalau lebih pemerintah baru bakal repot. Tapi waktu itukan diputuskan harus. Nah ini konsekuensinya," ujar dia usai Halal Bihalal di Kemenkeu Jakarta, Senin (4/8/2014).

Menurutnya, dengan dipatoknya kuota BBM sebesar 46 juta kl implikasinya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus mengambil langkah cepat guna menekan penggunaan BBM bersubisidi tersebut.

"Memang kan di dalam raker (rapat kerja) dengan Banggar (Badan Anggaran) pada waktu itu diputuskan, maksimum volume adalah 46 juta kl, jadi tidak bisa lebih. Karena itu saya kira implikasinya ESDM mengambil langkah-langkah yang kemudian dilanjutkan dengan BPH Migas yang dimaksudkan dengan pembatasan itu karena memang tidak dimungkinkan lebih dari 46 juta kl," imbuh dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, solusi untuk menurunkan cc kendaraan bermotor roda dua untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi tersebut tidak dapat dilakukan. Sebab, penurunan cc tersebut butuh waktu yang tidak sebentar sementara batas 46 juta kl hanya sampai akhir tahun ini.

"Berapa lama nuruninnya (cc kendaraan bermotor), orang ini nasib umur tahun ini tinggal 4 bulan. Menurunkan cc itu berapa lama. Gini ini kan 46 juta kl sampai Desember, kalau ada kebijakan nurunin cc, berapa lama bikin studinya, berapa lama bikin aturannya. Nanti keluarnya Januari. Udah lewat. Orang butuhnya 31 Desember. Pokoknya yang harus dilakukan sampai akhir tahun 46 juta aja. Enggak boleh lebih, caranya gimana terserah ESDM," tuturnya.

Oleh sebab itu dia menganjurkan agar kebijakan yang diambil untuk penekanan penggunaan BBM bersubsidi, harus yang dapat dijalankan di waktu yang singkat.

"Jangan pernah berpikir buat policy yang panjang, kalau butuhnya empat bulan, ya buat yang empat bulan bisa jalan ya dibatasi," papar Chatib.

Sementara terkait wacana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar 20% di pemerintahan sekarang, dan 20% berikutnya di pemerintahan baru, Chatib tak mau banyak berkomentar. "Saya enggak tahu. Nanti lihat aja," tukas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved