Kemenhub Tak Ingin Ada Maskapai Nasional Bangkrut Lagi

Rabu, 06 Agustus 2014 - 11:38 WIB
Kemenhub Tak Ingin Ada...
Kemenhub Tak Ingin Ada Maskapai Nasional Bangkrut Lagi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengharapkan tidak ada lagi kondisi maskapai nasional Indonesia yang 'terluka'. Cukup maskapai seperti Merpati dan Mandala yang mengalami kebangkrutan hingga saat ini.

Direktur Angkutan Darat Direktorat Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo mengatakan, hingga saat ini kondisi maskapai nasional mulai membaik.

"Tidak ada lagi. Sekarang kan kondisi airlines sudah membaik. Jangan ada lagi yang seperti itu," ujarnya di Kemenhub, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Meski demikian, menurut dia, maskapai pelat merah PT Merpati Nusantara Airlines juga belum mendapatkan laporan terakhir yang positif. Tetapi pihaknya tetap menegaskan bahwa akan memberikan tenggang waktu selama satu tahun untuk memperpanjang izin terbangnya.

"Belum ada kabar lebih lanjut sampai saat ini. Merpati belum ada berita apa-apa. AOC masih di-suspend. Pokoknya kita tunggu saja kalau sampai 1 tahun tidak terbang. Dia mati dengan sendirinya. Februari Mati," jelas dia.

Untuk itu, Kemenhub menyarankan agar maskapai ini dapat hidup kembali. Dirinya tengah menunggu rapat selanjutnya dengan pihak DPR.

"Dia (Merpati) harus mengajukan lagi. Kan dia lagi dimoratorium. Kalau mau ya dia sebelum Februari harus mengajukan lagi. Kita kan sudah rapat dengan Komisi VI DPR. Kita tunggu hasilnya. Kita tunggu dari teman-teman di DPR dan BUMN maunya bagaimana. Kalau mau jalan, oke silakan konsentrasi di perintis yang lebih bisa menjamin mereka untuk tidak punya pesaing," ungkapnya.

Tetapi, pihaknya tetap menyarankan maskapai ini dapat beroperasi dengan melayani rute-rute perintis. Meski ada beberapa opsi lain dengan mengalihkan penerbangan haji.

"Kita sudah sampaikan, bahwa silakan beroperasi lagi tapi persoalan keselamatan dan ketentuan penerbangan diikuti. Buat Merpati sebaiknya konsentrasi pada rute perintis. Kita sudah sampaikan di komisi VI silakan dikembangkan tapi yang realistis. Kalau mau penerbangan haji dia tidak realisitis. Kita sepakat dengan Komisi VI," papar dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved