Pemerintah Minta Organda Tak Naikkan Tarif

Rabu, 06 Agustus 2014 - 12:51 WIB
Pemerintah Minta Organda...
Pemerintah Minta Organda Tak Naikkan Tarif
A A A
JAKARTA - Direktur Jendral Perhubungan Darat (Dirjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suroyo Alimoeso meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk tidak panik dalam menyikapi pembatasan solar bersubsidi hingga mengancam akan menaikkan tarif angkutan.

"Pembatasan (BBM bersubsidi) ternyata diarahkan pada kawan-kawan industri, perkebunan, pertambangan dengan alasan BBM bersubsidi itu kebanyakan bocornya dibawa lari kesitu. Mereka (Organda) salah menerjemahkan, kita harapkan untuk ditarik (rencana penaikan tarif angkutan)," ujar dia di Kantornya, Rabu (6/8/2014).

Menurutnya, kebijakan pembatasan penjualan BBM bersibsidi tersebut sengaja dilakukan untuk menjaga kuota BBM bersubsidi tahun ini yang berjumlah 46 juta kilo liter (KL) cukup untuk digunakan hingga akhir tahun.

"DPR minta pembatasan BBM bersubsidi karena kuota yang diberikan pemerintah selalu kelewat. kalau kelewat mereka harus membayar sendiri," katanya.

Pemerintah dalam hal ini BPH Migas, kata Suroyo, harus juga meningkatkan fungsi pengawasan terhadap potensi kebocoran BBM bersubsidi. Dia menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mengatasi kebocoran, yakni dengan melakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi.

"Lebih baik ditingkatkan pengawasan pendistribusian, pengawasan pendistribusian itu bukan tugas kemenhub, tapi dilakukan pengawasan oleh pihak-pihak tertentu," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
55 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved