PLN Diminta Tak Bergantung pada Pertamina

Senin, 11 Agustus 2014 - 17:40 WIB
PLN Diminta Tak Bergantung...
PLN Diminta Tak Bergantung pada Pertamina
A A A
JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta PT PLN (persero) tidak bergantung pada PT Pertamina (persero) dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk pembangkit listrik. Ini terkait polemik harga solar yang belum mencapai titik temu.

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengatakan, permasalahan harga solar antara PLN dengan Pertamina hendaknya tidak berimbas kepada masyarakat. PLN harus menyikapinya secara profesional.

"PLN harus berani menjamin hal tersebut tidak berdampak terhadap masyarakat dan menjamin tidak akan ada pemadaman listrik di masyarakat. Ini akan dinilai publik bahwa PLN bersikap profesional," katanya di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Menurutnya, pemadaman listrik akibat ketiadaan pasokan solar merupakan bentuk melemparkan kesalahan atau mengkambinghitamkan Pertamina.

PLN hendaknya menyikapi permasalahan ini dengan mencari pemasok solar selain dari Pertamina. Pasalnya, selama ini PLN tidak 100% membeli solar dari Pertamina.

"Pemadaman listrik bukanlah solusi yang bijak dan bukan solusi cerdas," ujarnya.

Seperti diketahui, permasalahan kedua BUMN ini berawal dari penentuan harga solar yang layak lantaran Pertamina mengalami kerugian dari penyaluran BBM tersebut.

PLN dan Pertamina kemudian menunjuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung harga yang layak.

Berdasarkan perhitungan BPKP, harga yang layak solar ditetapkan antara 112-117% MOPS. Namun sisi lain, harga solar yang dibeli PLN dibatasi Kementerian Keuangan sebesar 105% MOPS.

Tahun ini, PLN memprediksi membutuhkan pasokan solar sebanyak 7,1 juta kiloliter (KL). Selain Pertamina, PLN mendapat pasokan solar sebesar 650 ribu KL dari PT Kutilang Paksi Mas (KPM) dan 200 ribu KL dari PT AKR Corporindo.

Pasokan solar utamanya dibutuhkan untuk daerah-daerah di luar Jawa, termasuk Sumatera Utara yang beberapa lalu terkena pemadaman listrik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Setoran Pertamina Cetak...
Setoran Pertamina Cetak Rekor, Legislator: Ke Depan Maksimalkan Potensi Hulu
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
15 menit yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
1 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
1 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
7 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
7 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
8 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved