Ekspor Sawit Terancam Isu Lingkungan di Negara Maju

Selasa, 12 Agustus 2014 - 12:35 WIB
Ekspor Sawit Terancam...
Ekspor Sawit Terancam Isu Lingkungan di Negara Maju
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, masalah isu lingkungan di negara maju bakal mengancam kegiatan ekspor komoditas kelapa sawit dalam negeri. Hal ini terkait dengan komoditas impor dari negara yang sedang berkembang.

Atas kejadian itu, pemerintah diharapkan mampu melakukan kegiatan ekspor produk jadi yang memiliki standar ekspor di tingkat global.

"Sangat dimungkinkan bahwa kelapa sawit tidak akan diimpor lagi oleh Amerika Serikat (AS), karena terkait dengan isu masalah lingkungan tersebut," ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Saat ini sejumlah negara di kawasan barat tengah berkonsentrasi dalam kegiatan pembatasan impor komoditas perkebunan melalui isu lingkungan hidup.

Guna menyikapi kondisi tersebut, seharusnya pemerintah mengambil langkah intensif untuk berupaya dalam peningkatan nilai tambah pada produk ekspor sesuai standar internasional.

"Sekarang, sudah saatnya kita tidak lagi melakukan ekspor TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. Seharusnya, paling tidak minyak sawit yang kita ekspor. Sehingga, sektor perkebunan bisa memberi kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi," terangnya.

Adi mengatakan, kalau harus melakukan kegiatan ekspor kelapa sawit atau produk turunannya, pemerintah harus terlebih dahulu mengupayakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

"Kita akan lakukan ekspor, setelah kebutuhan nasional terpenuhi. Atau, jika harga kelapa sawit di luar negeri lebih mahal dibanding di dalam negeri," ujar dia.

Berdasarkan data sensus pertanian 2013 jumlah rumah tangga di subsektor perkebunan kelapa sawit sebanya 1,46 juta rumah tangga.

"Jumlah terbesar ada di Sumatera Utara yang mencapai 332,87 ribu rumah tangga dan selanjutnya di Riau sebanyak 308,09 ribu rumah tangga," ucapnya.

Data BPS menyebutkan, saat ini rata-rata luas tanam kelapa sawit per rumah tangga mencapai 2,15 hektare. Rata-rata luas tanam kelapa sawit ini paling besar dibandingkan dengan jenis tanaman perkebunan yang lainnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
27 menit yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
1 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
2 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
2 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
4 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved