PLN: Jual Solar, Pertamina Untung Rp160 M
Selasa, 12 Agustus 2014 - 15:32 WIB
PLN: Jual Solar, Pertamina Untung Rp160 M
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mengklaim bahwa PT Pertamina (persero) mengalami keuntungan dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp160 miliar.
"Di luar Pertamina hanya 1 juta kiloliter (kl). Dari Mean Of Platts Singapore (MOPS) yang dibayar PLN ke Pertamina adalah 7,8%. Jadi, Pertamina untung Rp160 miliar, nggak benar kalau Pertamina rugi USD45 juta," kata Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Menurut Suryadi, Pertamina kemungkinan mengharapkan pada tahun lalu di Jawa terserap 4 juta kl, tapi hanya terserap 300 ribu kl, sehingga menimbulkan kehilangan potensi pendapatan sebesar USD45 juta kl.
"Ada kemungkinan itu yang terjadi karena tidak terserap," ujar Suryadi.
Di samping itu, lanjut Suryadi, PLN juga merevisi target konsumsi BBM pembangkit listrik menjadi 7,3 juta kl hingga akhir Desember 2014. Dia mengungkapkan, target konsumsi BBM untuk pembangkit pada awalnya sebesar 6,4 juta kl pada tahun ini.
"Target kita kan 6,4 juta kl, tapi ada revisi menjadi 7,3 juta kl," ujar dia.
Berdasarkan data semester 1/2014, PLN mencatat bahwa konsumsi BBM untuk pembangkit mencapai 3,7 juta kl atau 58% dari target awal. Jika diasumsikan konsumsi BBM pada semester II sama dengan semester I, maka hingga akhir tahun konsumsi mencapai 7,4 juta kl atau sama dengan realisasi konsumsi 2013.
Dia mengungkapkan, lonjakan konsumsi BBM untuk pembangkit disebabkan keterlambatan operasional komersial (commercial of date/COD) sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Manajemen Pertamina sebelumnya mengklaim mengalami kerugian hingga USD45 juta dari penjualan solar ke pembangkit listrik milik PLN sepanjang semester I/2014.
Direktur Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, seharusnya mulai 24 Juni 2014 Pertamina sudah menjual solar ke PLN dengan harga keekonomian, namun karena ada puasa dan Lebaran, perseroan memutuskan untuk menundanya.
"Di luar Pertamina hanya 1 juta kiloliter (kl). Dari Mean Of Platts Singapore (MOPS) yang dibayar PLN ke Pertamina adalah 7,8%. Jadi, Pertamina untung Rp160 miliar, nggak benar kalau Pertamina rugi USD45 juta," kata Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Selasa (12/8/2014).
Menurut Suryadi, Pertamina kemungkinan mengharapkan pada tahun lalu di Jawa terserap 4 juta kl, tapi hanya terserap 300 ribu kl, sehingga menimbulkan kehilangan potensi pendapatan sebesar USD45 juta kl.
"Ada kemungkinan itu yang terjadi karena tidak terserap," ujar Suryadi.
Di samping itu, lanjut Suryadi, PLN juga merevisi target konsumsi BBM pembangkit listrik menjadi 7,3 juta kl hingga akhir Desember 2014. Dia mengungkapkan, target konsumsi BBM untuk pembangkit pada awalnya sebesar 6,4 juta kl pada tahun ini.
"Target kita kan 6,4 juta kl, tapi ada revisi menjadi 7,3 juta kl," ujar dia.
Berdasarkan data semester 1/2014, PLN mencatat bahwa konsumsi BBM untuk pembangkit mencapai 3,7 juta kl atau 58% dari target awal. Jika diasumsikan konsumsi BBM pada semester II sama dengan semester I, maka hingga akhir tahun konsumsi mencapai 7,4 juta kl atau sama dengan realisasi konsumsi 2013.
Dia mengungkapkan, lonjakan konsumsi BBM untuk pembangkit disebabkan keterlambatan operasional komersial (commercial of date/COD) sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Manajemen Pertamina sebelumnya mengklaim mengalami kerugian hingga USD45 juta dari penjualan solar ke pembangkit listrik milik PLN sepanjang semester I/2014.
Direktur Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, seharusnya mulai 24 Juni 2014 Pertamina sudah menjual solar ke PLN dengan harga keekonomian, namun karena ada puasa dan Lebaran, perseroan memutuskan untuk menundanya.
(rna)
Lihat Juga :