RAPBN 2015 Wariskan Ruang Fiskal Sempit Pemerintah Baru

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 14:00 WIB
RAPBN 2015 Wariskan...
RAPBN 2015 Wariskan Ruang Fiskal Sempit Pemerintah Baru
A A A
JAKARTA - Pemerintah baru saja menetapkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2015 dengan dibacakannya nota keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemarin.

Menanggapi nota keuangan yang disampaikan pemerintah, Komisi Anggaran Independen (KAI) menilai, RAPBN 2015 yang ditetapkan tersebut justru mewariskan ruang fiskal yang sempit bagi pemerintahan baru.

"Melihat angka dan arah kebijakan yang disampaikan, KAI menyimpulkan bahwa APBN 2015 sangat tidak memberi ruang fiskal pemerintah baru," ujar Komisioner KAI, Sugeng Bahagijo dalam Konferensi Pers RAPBN 2015 di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Sabtu (16/8/2014).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, hal tersebut terlihat dari sisi penerimaan negara yang cenderung konservatif dengan mengedepankan kehati-hatian. "Ini ditunjukan oleh rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang hanya dipatok sebesar 12,32%," imbuhnya.

Pada sisi belanja, lanjut Sugeng, RAPBN 2015 tidak merancang penurunan anggaran subsidi, terutama subsidi energi. Anggaran belanja subsidi dalam RAPBN 2015 dialokasikan sebesar Rp433,5 triliun dan semakin membengkakkan anggaran hingga Rp363,5 triliun.

"Pemerintah mendatang ditinggalkan untuk menanggung beban politik merasionalisasi kebijakan fiiskal guna mewujudkan prioritas program kerjanya," tegas Sugeng.

Kendati demikian, menurutnya, pemerintah baru dapat mempertimbangkan beberapa jalan, antara lain, meningkatkan target penerimaan pajak dan bukan pajak, memangkas belanja birokrasi, dan merasionalisasi subsidi dengan memperhatikan struktur pengeluaran warga negara. Kemudian, memperluas cakupan jaminan sosial, serta mengurangi potensi kebocoran dengan melindungi anggaran lewat sistem integritas.

(BI: Target Defisit Transaksi Berjalan 2015 Ketinggian)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
20 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved