Pengamat Minta Pemerintah Baru Ubah Paradigma APBN

Rabu, 20 Agustus 2014 - 16:17 WIB
Pengamat Minta Pemerintah...
Pengamat Minta Pemerintah Baru Ubah Paradigma APBN
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menilai, pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai RAPBN 2015 pada pekan lalu, banyak berbicara soal keberhasilan pemerintah selama 10 tahun.

Seharusnya, kata dia, SBY juga membicarakan tentang ketidakberhasilan pemerintah dalam mencapai target program yang ditetapkan pemerintah.

"Seperti RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang tidak tercapai itu, contohnya pertanian dan industri pengolahan yang dibawah pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Hendri dalam Media CORE Duscussion, Jakarta, Rabu (20/8/2014).

Selain itu, SBY juga seharusnya membicarakan pengangguran dan kemiskinan. Di mana, tingkat kemiskinan di Indonesia dari 2010-2014 masih pada angka 11,2%, sedangkan target pemerintah pada RPJM itu sebesar 8%.

"Ini harus dilaporkan kepada rakyat, agar rakyat tahu karena kita tidak mampu mencapai target yang ditetapkan sendiri," ujarnya.

Hal lain yang harus disampaikan SBY, lanjut Hendri, yaitu mengenai pembiayaan utang dan tekanan pada Debt Service Ratio (DSR) yang berakibat pada sulitnya menutup pembayaran utang.

"Seharusnya pemerintah sekarang bisa melakukan perubahan pada paradigma pembiayaan APBN dan pembayaran utang, bukan lagi berkutat pada paradigma birokrasi," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
54 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved