IMF: Ekonomi Negara ASEAN Paling Kokoh

Rabu, 20 Agustus 2014 - 17:07 WIB
IMF: Ekonomi Negara...
IMF: Ekonomi Negara ASEAN Paling Kokoh
A A A
JAKARTA - Negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dinilai kuat dalam sektor ekonomi. Sehingga negara-negara di wilayah ini menjadi paling kokoh dalam menghadapi liberalisme ekonomi.

Direktur International Monetary Found (IMF), Wimboh Santoso mengatakan, kekuatan negara-negara ASEAN dalam bidang ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi.

Di negara ASEAN, pertumbuhan ekonomi per tahun rata-rata mencapai 5%. Angka tersebut dinilai fantastis, karena tidak semua negara di duni mampu meningkatkan perekonomiannya pada angka tersebut.

Menurutnya, negara-negara Eropa pertumbuhan ekonominya di bawah 5%, yakni berkisar 2%-3% per tahun. Dengan kondisi tersebut, maka bisa dikatakan bahwa ASEAN merupakan negara paling kuat dalam segi perekonomian.

"Kalau ekonomi dunia mengacu pada Eropa, itu sebenarnya tidak tepat. Negara Eropa itu perekonomiannya sering kacau dan pertumbuhannya hanya sedikit," ucapnya ketika ditemui di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (20/8/2014).

Dia mengatakan, jumlah penduduk negara-negara ASEAN yang cukup banyak seperti Indonesia, mampu memperkuat struktur perekonomian di negara masing-masing.

Sehingga, perekonomian di negara itu tidak mudah kacau dan relatif stabil di tengah gempuran ekonmi bebas yang akhir-akhir ini mulai digencarkan.

Atas kondisi itu, Indonesia dan negara-negara ASEAN paling siap menghadapi liberalisme ekonomi yang akhir-akhir ini gencar dibicarakan.

Dia menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang banyak itu juga mampu menjadi kelemahan. Dalam hal ini akan menjadi serbuan produk-produk dari luar negeri.

"Tantangannya ya itu, namun kami yakin Indonesia dan ASEAN bakal surplus dalam hal ekonomi," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNS Ravik Karsidi menyebutkan, saat ini dunia pendidikan harus menyiapkan mashasiswanya untuk siap dalam menghadapi liberalisasi ekonomi.

Dengan menyiapkan kalangan akademisi, maka Indonesia akan siap menghadapi sistem tersebut, sehingga tidak kalah dengan negara-negara lainnya.
(izz)
Berita Terkait
Jokowi: Saya Tak Ingin...
Jokowi: Saya Tak Ingin Kesatuan dan Sentralitas ASEAN Hanya Jadi Mantra Kosong
Peran Aktif Indonesia...
Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN
Anindya Bakrie Gantikan...
Anindya Bakrie Gantikan Arsjad Rasjid Pimpin Delegasi di ASEAN Business and Investment Summit
Amankan KTT ASEAN 2021,...
Amankan KTT ASEAN 2021, Polri Kerahkan 4.382 Personel
4 Hal yang Bisa Terjadi...
4 Hal yang Bisa Terjadi Apabila Anggota ASEAN Menjadi Satu Negara
Diplomasi ASEAN Pascapandemi
Diplomasi ASEAN Pascapandemi
Berita Terkini
Bersama BRI, Unici Songket...
Bersama BRI, Unici Songket Silungkang Sukses Tembus Pasar Global
16 menit yang lalu
Mineral Kritis Bisa...
Mineral Kritis Bisa Jadi Nilai Tawar RI usai Kena Tarif Impor AS 32%
1 jam yang lalu
Sektor Industri Terdampak...
Sektor Industri Terdampak Tarif Impor AS, Pengamat: Respons RI Kalah Cepat Dibanding Vietnam
2 jam yang lalu
Tarif Impor Trump, PM...
Tarif Impor Trump, PM Wong: Singapura Harus Siap Hadapi Banyak Guncangan
2 jam yang lalu
Habis Libur Lebaran,...
Habis Libur Lebaran, Harga Emas Malas Bergerak di Akhir Minggu
4 jam yang lalu
Arus Balik, Pertamina...
Arus Balik, Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi di Maluku
6 jam yang lalu
Infografis
Negara-Negara Arab Kompak...
Negara-Negara Arab Kompak Menolak Bantu AS Serang Iran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved