Pencabutan Subsidi BBM Bisa Berantas Illegal Fishing

Jum'at, 22 Agustus 2014 - 19:24 WIB
Pencabutan Subsidi BBM...
Pencabutan Subsidi BBM Bisa Berantas Illegal Fishing
A A A
JAKARTA - Program kelautan dan maritim yang dicanangkan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) salah satunya mengatasi penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) yang marak terjadi di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan melalui pemasangan drone (pesawat tanpa awak) yang seharga Rp1,5 triliun di seluruh wilayah perairan di Indonesia, khususnya yang banyak terjadi illegal fishing.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, kunci untuk merealisasikan pembelian drone tersebut dengan mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), yang selama ini menyedot dana APBN yang cukup besar.

"Kalau saya kuncinya satu, cabut subsidi BBM. Karena dana untuk subsidi itu ada Rp300 triliun di situ. Jadi Rp1 triliun itu kecil," terang Yugi di Gedung Menara Kadin, Jakarta, Jumat (22/8/2014).

Menurutnya, jika anggaran yang dibutuhkan untuk pembelian drone tersebut dirasa cukup mahal, maka dilihat dari tingkat urgensi wilayahnya. Yang diutamakan terlebih dahulu adalah yang marak terjadi illegal fishing.

"Dilihat urgensinya (pembelian drone). Kalau perlu satu atau dua dulu. Duitnya dari mana? Ya itu dengan subsidi BBM yang dihapus Rp300 triliun itu," imbuhnya.

Dia menjelaskan, upaya tersebut juga bisa dilakukan melalui proses joint venture (patungan) dengan swasta atau perusahaan asing.

"Yang penting semangatnya. Apakah perusahaan asing pakai modal ventura. Selama semangat ada, pasti kreatif. Untuk drone enggak pesimislah," ujar Yugi.

Seperti diketahui, Presiden terpilih Jokowi menuturkan bahwa potensi Indonesia yang hilang lantaran maraknya penangkapan ikan secara ilegal mencapai Rp300 triliun. Sementara dari pasar gelap tuna mencapai Rp14 triliun.

Sebab itu, solusi yang dicanangkannya adalah dengan membeli drone yang per unitnya seharga Rp1,5 triliun, dan akan dipasang di Indonesia bagian timur, tengah, dan barat, terutama di bagian yang marak terjadi illegal fishing.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
30 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved