Penambahan Kuota BBM Tidak Memungkinkan

Senin, 25 Agustus 2014 - 12:00 WIB
Penambahan Kuota BBM...
Penambahan Kuota BBM Tidak Memungkinkan
A A A
JAKARTA - Wakil Direktur ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai pemerintah dan DPR bisa saja menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun pembahasan APBN-Perubahan sepertinya sudah tidak memungkinkan karena masa efektif DPR tersisa 30 hari.

"Bisa saja pemerintah dan DPR melakukan rapat tapi apa masih mungkin karena biasanya pembahasan butuh waktu relatif lama lebih dari 30 hari," tuturnya di Jakarta, Senin (25/8/2014).

Menurut Komaidi, pada dasarnya Pertamina tidak sulit menambah kuota BBM bersubsidi. Kendati begitu, perlu diingat bahwa Pertamina hanya sebagai pelaksana dan instruksi langsung berada di pemerintah, yakni Kementerian ESDM.

"Maka Pertamina tidak akan menambah kuota BBM, kecuali ada instruksi dari Kementerian ESDM," jelasnya.

Komaidi menuturkan, Pertamina berpatokan pada APBN-P sebesar 46 juta kiloliter (KL). Jika kemudian perseroan mendiatribusikan di atas 46 juta KL, maka Pertamina akan rugi karena tidak diganti oleh Kementerian Keuangan.

"Misalnya 47 juta KL, maka yang 1 juta KL tidak akan diganti oleh Kementerian Keuangan karena Kementerian Keuangan hanya menyetujui sebesar 46 juta KL," ungkap Komaidi.

Komaidi bilang, pada dasarnya untuk memnuhi kuota sebesar 46 juta KL dibayar dulu oleh Pertamina. Nanti setelah 1 tahun baru diganti oleh Kementerian Keuangan.

"Apabila realisasi 47 juta KL, maka 1 juta penggantinya, Pertamina harus tombok. Itu yang sulit bagi Pertamina," kata dia.

Jika kemudian Pertamina tetap menyalurkan lebih dari kuota yang ditetapkan pemerintah, maka tidak dibayar oleh Kementerian Keuangan.

"Lalu dalam audit BPKP ditemukan kerugian, maka ini akan melanggar undang-undang karena menyangkut ketatanegaraan. Ini tidak boleh," ungkapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
18 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved